Mengatasi Anak Susah Makan (Pengalaman Mama DamDam)

“Ca, Dam2 kok sekarang makannya keliatannya gampang, ya?”

“Ca, Dam2 sekarang gemukan ya”

“Ca, pasti seneng banget ya kalau anak suka makan roti buatan Mamanya. Dam2 pinter banget tuh”

Kira-kira seperti itulah pertanyaan yang banyak diajukan ke saya sekitar 1-2 bulan ini. Ada yang nanya langsung pas liat Dek Adam makan, ada yang nanya pas tidak sengaja bertemu, ada juga yang sengaja chat pribadi ke nomor WA saya.

Jujur saya bingung jawabnya. Karena yang mereka lihat adalah sebagian hasil dari perjuangan dulu. Perjuangan? Iya, rasa-rasanya bukan hal lebay kalau saya bilang masa-masa Dek Adam sama sekali tidak mau makan adalah real struggle.  Kalau suruh jawab dengan terperinci, saya bisa menjelaskan dengan panjang lebar dan butuh waktu banyak. Kisah itu akan saya bagi pada positngan ini. 

Saya bukan dokter, saya anak dokter hewan. Jadi cerita di bawah ini murni pengalaman pribadi, bukan rekomendasi medis dari saya. Oh ya baca dengan sabar yah, karena cerita ini akan panjang. 

Continue reading

Menginap di Hotel HARRIS Samarinda

Hey Readers!

Minggu lalu saya dan keluarga melakukan staycation di ibu kota Kalimantan Timur, yaitu SAMARINDA. Ini adalah perjalanan darat pertama kami keluar Balikpapan bersama-sama. Saya sengaja mengambil cuti sehari agar kami bisa menginap di hotel meski hanya semalam. Tidak sulit memutuskan hotel mana yang ingin kami coba, karena sejak awal saya sudah ingin nginep di sini……. Di HOTEL HARRIS SAMARINDA!

Sebenarnya sejak beberapa waktu lalu, saya teracuni tetangga depan yang sudah 2x menginap di hotel bernuansa oranye ini. Dia bilang hotelnya bersih, baru, dan dekat Big Mall Samarinda yang super besar. Setelah diskusi dengan suami, ia juga setuju menginap di hotel ini. Kami memilih kamar double bed (king size) dengan view sungai Mahakam serta paket sarapan untuk 2orang. Harga yang harus dibayar berkisar 700ribu via traveloka.
Ini adalah hotel kedua yang saya review, semoga bisa lebih komplit dari yang sebelumnya.

Continue reading

Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

​​Seperti yang telah saya kemukakan panjang lebar di sini, bahwa Dek Adam mengalami penurunan kenaikan Berat Badan (BB) cukup lumayan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sebulan sebelum khitan (Dek Adam 6bulan, baru banget MPASI nih) saya pernah meminta untuk tes darah khusus zat besi Dek Adam ke dokter anak. Dokter belum setuju, alasannya penurunan ini masih bisa dibilang wajar, karena semakin besar, gerak bayi akan semakin aktif. Hal ini yang membuat sebagian makanan bayi digunakan untuk tenaga beraktivitas.

Saya bertanya ke dsa, “Dokter, Dek Adam kan alerginya cukup lumayan dok, dan dia Full ASI selama 6bulan tanpa tambahan susu lain. Terus, saya tidak makan turunan susu, telur, ayam selama 6 bulan ini. Dek Adam juga hanya komsumsi daging sapi dan ikan tawar sebagai protein hewaninya. Gimana menurut dokter?”


Beliau menjelaskan “Jadi begini Bu, lebih baik pemeriksaan zat besinya di umur 9bulan karena di umur baru mau 7bulan ini masih blur hasilnya. Sekalian kita evaluasi MPASInya. Kalau memang kurang, kita beri suplementasi zat besi”


Continue reading

Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

Helo helo helo!

Tidak sengaja kemarin saya diingatkan salah satu akun sosmed saya –yang lambangnya huruf P itu, bahwa setahun yang lalu saya dan suami memutuskan untuk mengkhitankan Dek Adam. Saat itu Dek Adam berusia sekitar 7bulan. Sebenarnya khitan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan indikasi medis.

Menginjak usia 4bulan, saya menyadari ada sesuatu yang janggal : Dek Adam selalu menangis ketika hendak buang air kecil (BAK), HENDAK ya, bukan SETELAH. Kalau setelah BAK lalu bayi nangis mungkin wajar karena basah, namun kalau sebelumnya? 

  Continue reading

Kunjungan Pertama Dek Adam ke Dokter Gigi Anak

Hay hay hay semua!

Di umur ke Sembilan belas bulan ini dek Adam akhirnyaaaa untuk pertama kalinya ke DOKTER GIGI ANAK! Jeng jeng jeeeeng~~

Tawa Dek Adam sebelum ke Dokter Gigi Anak

Mungkin sebagian bertanya-tanya, kenapa sih perlu ke dokter gigi anak? Dek Adam sakit gigi? Giginya bolong kah? Gigis? Keropos? NO NO NO, bukan. Inisiatif ke dokter gigi anak ini dimulai dari pembicaraan grup Whatsapp BC June 2015 (kumpulan bukibuk yang anaknya lahir Juni 2015) dimana ada salah satu mama yang mengutip quote :


Ajaklah anak ke dokter gigi, meski belum memiliki masalah serius dengan gigi. Apabila diajak ketika sakit gigi, takutnya akan membuat anak trauma


Continue reading

REVIEW : CARSEAT JOIE TILT

Carseat adalah salah satu wishlist saya dan suami ketika berencana membeli mobil. Sejak membaca forum di web komunitas ibu-ibu, saya merasa penting untuk memiliki carseat, baik dari segi keamanan (INI YANG UTAMA) maupun kenyamanan. Sejujurnya, memilih carseat juga tidak mudah, karena sifatnya memang cocok-cocokan

Saya menghabiskan cukup banyak waktu untuk membaca review yang bertebaran di internet, akhirnya saya sreg untuk membeli JOIE TILT CARSEAT

Dek Adam Nyaman Tidur dan Bercanda di Carseat

Sejujurnya pembelian carseat kala itu cukup terlambat, meski saya sudah punya wishlist sejak hamil, namun ternyata saya baru membelinya ketika dek Adam umur 6bulan. Keterlambatan memiliki carseat ini ternyata berdampak pada sulitnya mendisiplinkan dek Adam yang saat itu sudah keenakan duduk atau tiduran di pangkuan saya saat bepergian. Selama 6bulan pun, saya tidak pernah bepergian berdua dengan dek Adam menggunakan mobil pribadi. 

Continue reading

REVIEW : POMPA ASI MEDELA SWING DAN SPECTRA 9+

​Hello, readers!

Tidak terasa Dek Adam akan 19bulan pada tanggal 27 nanti, berarti sudah 19bulan juga saya menyusui dan memberikan ASI untuknya (duh 5bulan lagi nyapih dong ya?). Selama 19bulan juga saya memompa ASI untuk dek Adam, karena saya memulai mompa saat dia masih berumur 3hari.

Selama ini ada 2 jenis pompa ASI yang pernah saya pakai, keduanya electric breastpump, yaitu MEDELA SWING dan SPECTRA 9+. Di postingan kali ini saya akan review singkat tentang keduanya! 

MEDELA SWING

Single Pump; Harga di online shop per Juni 2015 : 1.75juta

Penampakan Medela Swing

Keunggulan :

  • Desain pompa bagus, warnanya menarik
  • Tidak banyak printilan karena hanya single pump.
  • Tersedia banyak ukuran diameter puting
  • Memiliki 2 sesi, pijat dan perah sehingga memungkinkan untuk stimulasi di awal memompa

Kelemahan :

  • Lumayan pricey untuk single pump
  • Membutuhkan waktu lebih lama karena harus gantian pompa kanan-kiri
  • Hanya memiliki 3 (atau 4?) macem tingkat pijat dan perah
  • Jarang dapat mengosongkan payudara. Ini faktor cocok-cocokan juga
  • Opened system, alias tidak ada penghalang antara selang dan mesin pompa. Pernah sesekali saat mompa hingga penuh, ASI di dalam botol terhisap oleh valve sehingga ada sebagian ASI masuk selang. Alhamdulillah tidak sampai mesin, namun cukup jadi PR juga untuk membersihkan selang
  • Tidak ada Medela service center di Balikpapan
  • Hanya dapat menggunakan sumber listrik (colok langsung), atau batere kecil. Hal ini tidak memungkinkan untuk memompa dimana saja, alias harus dekat colokan listrik.

SPECTRA 9+ 

Double pump; Harga di online shop per Juli 2015 1.52juta

Penampakan Spectra 9+

Keunggulan :

  • Murah untuk double pump, bahkan lebih murce dari medela single pump
  • Memiliki layar yang menampilkan tingkatan pijat/hisap dan waktu
  • Memiliki 5 tingkatan pijat dan 10 tingkatan hisap. Saya suka fitur ini karena bisa leluasa memilih~
  • Karena double pump, menghemat waktu memompa. Cukup 15-20menit saya menyudahi aktivitas memompa saya
  • Dapat dioperasikan tanpa colokan listrik alias memiliki batere yang built in. Hal ini memudahkan saya untuk memompa dimana saja, di mobil sekalipun. Apabila saya diantar/jemput suami, saya sering memompa selama perjalanan.
  • Batere cukup tahan lama. Saat weekend, charger saya pernah tertinggal di kantor, namun saya tetap dapat memompa sehari 2x hingga masuk kantor.
  • Lebih dapat mengosongkan payudara dari pada Medela Swing
  • Closed system karena memiliki Back Flow Preventer (BFP) sehingga ASI tidak akan masuk ke selang
  • Official instagram aktif dan tanggap jika kita bertanya. Saya simpulan after sales servicenya bagus
  • Memiliki konektor yang dapat menghubungkan corong dan botol yang diameternya berbeda dengan botol bawaan.

Kelemahan :

  • Warna dan desainnya tidak secantik Medela Swing (penting???)
  • Valve kurang awet alias gampang sobek. Apabila sobek, daya hisap tidak optimal. Saya harus selalu hati-hati membersihkan valve, bahkan akhirnya hanya dicelup ke air panas dan membersihkan bagian dalam dengan cotton bud jika perlu. Valve nya mudah dicari di online harganya 30-40ribu. Setiap 3-6bulan saya mengganti valve karena sudah sobek hehe. 
  • Selain valve, botolnya juga kurang awet karena tidak tahan perubahan suhu mendadak. Botol saya pernah bolong saat habis kusiram air panas.
  • Printilan lebih banyak karena double pump dengan BFP.
  • Tuas manual sama sekali tidak bisa dipakai.

Dengan penilaian seperti di atas, saya lebih sering menggunakan SPECTRA 9+ untuk memompa ASI. Saya membeli pompa ini karena saat dek Adam umur sebulan saya mulai menyadari bahwa saya membutuhkan double pump agar tidak banyak membuang waktu. 

Alhamdulillah cocok dengan SPECTRA 9+ baik performa maupun harga. Medela Swing hanya dipakai sebulan sekali dan akhirnya saya flea. Pompa ASI ini merupakan salah satu tools yang membantu saya untuk meningkatkan (atau minimal mempertahankan) produksi ASI. Semoga dapat menyempurnakan menyusui dek Adam hingga 2tahun. aamiin!

Jadi, apa pompa ASI favoritmu?