Kunjungan Pertama Dek Adam ke Dokter Gigi Anak

Hay hay hay semua!

Di umur ke Sembilan belas bulan ini dek Adam akhirnyaaaa untuk pertama kalinya ke DOKTER GIGI ANAK! Jeng jeng jeeeeng~~

Tawa Dek Adam sebelum ke Dokter Gigi Anak

Mungkin sebagian bertanya-tanya, kenapa sih perlu ke dokter gigi anak? Dek Adam sakit gigi? Giginya bolong kah? Gigis? Keropos? NO NO NO, bukan. Inisiatif ke dokter gigi anak ini dimulai dari pembicaraan grup Whatsapp BC June 2015 (kumpulan bukibuk yang anaknya lahir Juni 2015) dimana ada salah satu mama yang mengutip quote :


Ajaklah anak ke dokter gigi, meski belum memiliki masalah serius dengan gigi. Apabila diajak ketika sakit gigi, takutnya akan membuat anak trauma


Yah gak mirip gitu-gitu banget sih, Cuma intinya begitu kira-kira. Karena itu kan kita juga selalu dihimbau untuk periksa gigi tiap 6bulan sekali. Yah kita tahu kan ya masalah gigi itu tidak terjadi tiba-tiba. Jika gigi kita sakit, pasti ada kuman, jika kuman sudah bisa masuk ke gigi, pasti ada lubang, jika ada lubang pasti tidak rajin gosok gigi menjelang tidur…….dan seterusnya!

Jadi masalah gigi bisa berdampak sistemik, Guys! Karena itu, dengan alasan ingin mengetahui penilaian kondisi gigi dek Adam oleh ahlinya, saya membawa dek Adam ke Dokter Gigi Anak di RS Siloam Balikpapan. Selain untuk menanyakan kondisi gigi, saya juga ingin mencari beberapa informasi mengenai gigi anak. Mari kita bahas satu persatu dari proses pemeriksaan hingga tanya jawab dengan dokter gigi.

Pemeriksaan Gigi Dek Adam

Pemeriksaan gigi anak sama juga dengan orang dewasa, anak harus membuka mulutnya (YAIYALAH YAAA!). Saat diperiksa, saya  memangku dek Adam di kursi dokter gigi. Mbak Ratna (pengasuh Dek Adam) membantu mengalihkan perhatian dek Adam dengan menyetel youtube isi lagu anak-anak supaya dia tidak menangis. Awalnya sih dek Adam kegirangan tiduran di atas badan saya, dengan ada sorot lampu kursi dan nonton youtube. Namun pas dokter membuka mulutnya, tetep…. NANGIS!

Yah saya sudah biasa mendapati dek Adam menangis ketika diperiksa dokter, tapi nangisnya tidak sekencang kalau sedang ke THT untuk dibersihkan telinganya hehe. Dokter dengan sabar melihat kondisi gigi dek Adam. Perawat memberinya sebuah busa yang bentuknya seperti kapur tulis. Dokter menggosokkan busa itu ke gigi Dek Adam. Sesekali dia menengok bagian atas gigi Dek Adam.

“Sudah, Bu”

“Oh sudah, Dok? Gitu aja?”

“Sudah, yuk ke meja saya”

AH ternyataaa bentar saja kok. Saya pun duduk serta mengajukan pertanyaan ke dokter sementara Dek Adam dipangku Mbak Ratna.

Pertanyaan 1 : Dokter, bagaimana kondisi gigi Dek Adam? Mengapa ada lapisan yang berwarna lebih putih pada bagian atas dekat gusi di gigi atas? Apakah pertanda baik atau malah sebaliknya?

Menurut penjelasan dokter, kondisi gigi Dek Adam baik, tanpa perlu treatment khusus atau pun perbaikan. Gigi bawah dek Adam dapat jempol karena bersih dari plak. Namun Gigi atas dek Adam sudah memiliki warna yang lebih putih di bagian dekat gusi. Hal ini bukan pertanda baik, karena itu adalah tanda-tanda kerapuhan. Untuk kondisi sekarang, kerapuhan pada gigi atas dek Adam baru sedikit, belum parah. Biasanya kalau sudah ada lubang kecil, warnanya akan kekuningan atau bahkan kecoklatan. Kalau sudah berlubang akan diatasi dengan penambalan.

Putih-putih ini sering terjadi pada anak-anak, apalagi Dek Adam sudah memakai botol dot sejak umur 2bulan. Dokter berkata orang tua tidak perlu khawatir karena kerapuhan bisa dicegah dengan treatment yang baik dan konsisten. 

*duh maaf saya lupa istilah putih-putih itu apa namanya. 

Pertanyaan 2 : Dek Adam sudah 19bulan, sebagian temannya sudah memiliki gigi hampir lengkap, sedangkan dek Adam baru 8. Apakah wajar? Apa sudah terlihat tanda-tanda akan muncul gigi-gigi lainnya?

Dokter tersenyum dan berkata “Ibu tidak perlu khawatir”

Biasanya gigi lengkap akan muncul di usia 2-3tahun, jadi wajar jika belum lengkap. Tiap anak juga berbeda-beda. Untuk kondisi dek Adam sekarang, gusi atas sudah mulai gemuk-gemuk (siap tumbuh tapi belum dapat dipastikan kapan), namun gusi bawah masih mulus. Dokter menduga karena Dek Adam rutin memakai dot, gusi bawah terlindungi oleh lidah sehingga belum terstimulasi sebanyak gusi atas.

Pertanyaan 3 : Berapa kali sehari sebaiknya menyikat gigi anak di bawah 2tahun? Selama ini Dek Adam sikat gigi 2x sehari yaitu saat mandi pagi setelah sarapan dan mandi sore sebelum makan sore. Apa ini sudah benar?

Dokter kembali tersenyum. Dokter menjelaskan lebih baik sikat gigi dilakukan minimal 2x, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Jika dilakukan lebih dari itu (misalnya ditambah saat mandi sore) juga tidak apa-apa. 

Saya langsung terpikirkan : “Dok, seumpama sikat gigi sebelum masuk kamar, nah dek Adam kan masih menyusu. Bagaimana ya Dok?”

Jika memang masih menyusu sebelum tidur, tidak masalah, asalkan setelah pulas, kita bisa menggosok giginya dengan kasa yang dicelupkan air matang hangat untuk membersihkan sisa susu.

“DOOOKK ITU NAMANYAA MEMBANGUNKAN SINGAA TIDURR DOOKK” – saya curhat

Kali ini dokter tertawa, “Tidak apa ibu, mumpung masih kecil dibiasakan. Mumpung BELUM KELUAR GIGINYA HINGGA GERAHAM, ibu bisa fokus gigi depan dulu… bayangkan kalau sudah tumbuh geraham gimana hayo?”

Pertanyaan 4 : Bagaimana sih seharusnya menyikat gigi anak? Apa boleh sekenanya saja? Karena kadang-kadang saya harus perang sama Dek Adam untuk menyikat gigi dengan benar. Apa sudah harus pakai odol?

Dokter mengingatkan bahwa gosok gigi adalah kebiasaan seumur hidup, bagaimana pun caranya, ia harus dibiasakan menyikat dengan BENAR. Benar dalam arti semua gigi tersikat (karena kadang-kadang saya hanya menyikat sekenanya). Menurut beliau Anak kecil masih sangat mudah dibentuk, jika kita konsisten, meski awalnya ia menolak/marah, ia akan menyesuaikan.

Dokter mencontohkan cara menyikat gigi (Dalam hal ini orang tua menyikatkan, bukan memasrahkan sikat gigi ke anak yang belum bisa) :

  1. Posisi paling mudah mengakses gigi anak adalah dengan memposisikan anak tidur di depan kita dengan kepalanya berada di perut kita
  2. Tahan kepala anak, buka bibir bagian atas, sikat gigi atas secara keseluruhan
  3. Lakukan juga untuk gigi bawah
  4. Jika sudah ada geraham, sikat hingga belakang
  5. Jika belum tumbuh, biasakan menyikat hingga belakang. Caranya dengan menggunakan kasa yang dicelup air hangat. Gosok lidah dan gigi hingga belakang. Hal ini akan mempermudah orang tua (atau anak jika sudah bisa sendiri) untuk tidak lupa menyikat gigi geraham ketika sudah tumbuh 

Jika anak berontak atau belum mau maka harus dicari caranya, seperti :

  1. Kenalkan waktu sikat gigi, buat sebagai jadwal rutin. Katakan pada anak ‘’Ayuk sebelum masuk kamar kita sikat gigi dulu‘’
  2. Beri contoh menyikat gigi dengan semangat di depan anak
  3. Putarkan video tentang sikat gigi
  4. Pakai sikat gigi dengan bulu lembut

Penggunaan pasta gigi dapat dilakukan apabila anak sudah dapat berkumur. Jika belum, cukup dengan sikat gigi bersih dan air hangat.

Pertanyaan 5 : Saya sudah mengaplikasikan penggunaan GC TOOTH MOUSSE sejak bulan lalu Dok. Tapi hanya saya pakai saat anaknya sudah pulas dengan kondisi belum gosok gigi sebelum tidur. Bagaimana ya dok?

Penggunaan krim gigi diperbolehkan untuk memperkuat gigi dan mencegah kerapuhan. Dokter juga menyarankan pemberian tooth mousse untuk Dek Adam. Beliau menilai tindakan preventif saya sudah bagus, dan beliau menambahkan GC tooth mousse dapat diberikan sehari 2 kali. Namun…. Pemberiannya sebaiknya dilakukan ketika gigi bersih agar vitaminnya maksimal. Caranya adalah :

  1. Berikan GC tooth mousse setelah sikat gigi pagi (sesudah sarapan).
  2. Gunakan cotton bud untuk mengaplikasikannya. Ambil krim dengan cotton bud, lalu oleskan ke gigi. Satu sisi cotton bud tidak boleh dioleskan ke tube mousse dua kali. Jika dirasa satu kali aplikasi kurang, gunakan sisi yang lain. Hal ini untuk menghindari kontaminasi bakteri dari gigi sebelumnya
  3. Untuk malam hari, apabila masih menyusu, jangan lupa lap gigi anak ketika tidur dengan kasa dan air hangat sebelum mengoleskan tooth mousse
  4. GC Tooth mousse ini memiliki masa pakai yang relatif pendek, jadi jangan lupa mencatat expired date sebelum membuang kotaknya.

HUFFFFFFFF… Panjang yah? Mungkin dialog yang terjadi tidak plek seperti itu, namun insyaAlloh esensinya tidak berkurang, karena saya benar-benar memperhatikan setiap poinnya.

Sudah sekitar seminggu setelah kunjungan Dek Adam ke dokter gigi anak. Memang MasyaAlloh ya, anak kecil itu mudah dibentuk. Dua hari pertama saya masih sering perang dengan Dek Adam ketika sikat gigi, namun setelahnya…. Dia keasyikan disikat giginya. Jika sudah saya sikat giginya dan yakin semua gigi sudah bersih, saya memperbolehkan Dek Adam menyikat giginya sendiri (meski lebih banyak main-main dan gigit-gigitnya).

Nah itu pengalaman pertama Dek Adam ke dokter gigi Anak, semoga bermanfaat yah!

Advertisements

One thought on “Kunjungan Pertama Dek Adam ke Dokter Gigi Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s