MENGINAP DI HOTEL CITRADREAM BINTARO

Minggu lalu saya, suami, dan Dek Adam (2tahun) terbang ke Jakarta untuk menghadiri Ulang Tahun Spektakuler 2nd Birthday Bash JUNEMIAN by BCJUNE15. Lokasi ulang tahun ini di sekitaran Bintaro. Karena rumah di BSD sedang dikontrakkan, kami harus mencari penginapan untuk menginap sebelum acara dimulai. Ternyata hotel di sekitaran Bintaro tidak terlalu banyak yah, dan agak mahal dibanding BSD. Akhirnya setelah menimbang-nimbang lokasi, fasilitas, dan harga, kami memilih HOTEL CITRADREAM BINTARO.

Baca : Meriahnya Ulang Tahun JUNEMIAN

 

LOKASI

Hotel Citradream Bintaro (bintang dua) berada di Jalan Bintaro Utama. Saat menuju kesana, kami mengandalkan GoogleMaps. Ehhh ternyata hotelnya berada di samping Bintaro Plaza. Honestly, kami tidak menduga bahwa hotel ini satu komplek dengan Bintaro Plaza. Kami senang, hahaha, karena jadi tidak perlu pusing-pusing mencari tempat makan atau pun order Go-Food.

 

PROSES CHECK IN DAN CHECK OUT

Saat itu kami datang pukul 15.00WIB, resepsionis melayani check in kami dengan baik. Kami tidak perlu deposit saat check in. Lobinya tidak luas, namun karena check in nya cepat, kami pun tidak merasa butuh duduk-duduk di lobi.Proses  check out pun mudah, cukup 2menit, kami bisa segera meninggalkan hotel.

Lobi Citradream


KAMAR dan KAMAR MANDI HOTEL

Seingat saya, kami mendapatkan kamar di lantai 3 (322 kalau gak salah). Kamarnya berada di ujung lorong. Kamarnya tidak terlalu luas, hanya terdiri dari satu Queen bed, kamar mandi, dan meja TV. Dari kamar ini, pengunjung dapat melihat pemandangan kota. Dek Adam suka sekali melihat kendaraan lalu-lalang dan alat berat proyek yang sedang bekerja.

Hotel menyediakan 2botol air mineral ukuran sedang. Karena ini hotel bintang 2, kami tidak heran tidak melihat minibar maupun wáter heater. Saluran TV juga lengkap. Meski berada di pinggir jalan besar, kami lumayan tidak terganggu dengan suara-suara di luar.

Kamar Citradream


Kamar mandi terletak di sebelah kanan saat memasuki kamar. Kamar mandinya agak gelap dan kurang bersih. Penutup ruang shower sudah mulai menguning di bagian bawah. Perlengkapan mandi yang disediakan cukup lengkap.

Kamar Mandi

BREAKFAST DAN MAKANAN HOTELSaat jam menunjukkan pukul 17.00WIB kami memilih makan di mall. Cukup jalan kaki 3menit kami sudah sampai di area resto mall. Namun ternyata makan malam terlalu dini membuat kami kelaparan jam 23.00WIB,. Akhirnya kami menelpon room service dan memesan satu porsi nasi goreng jawa (IDR 35K) dan 2 es teh manis (IDR 10k/gelas). Kami tidak perlu menunggu lama, sekitar 30menit kemudian pesanan sudah diantar ke kamar. Pembayaranpun diselesaikan saat makanan diantar (tidak saat check out), kami membayar  IDR 55K, artinya harga tertera di buku menu sudah termasuk pajak. Rasanya biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Namun porsinya cukup besar.

Saat subuh menjelang, saya terpikir apakah menú sarapan akan beragam. Saya menghubungi room service untuk menanyakan menú sarapan. Hal ini menurut saya penting karena kadang-kadang Dek Adam agak pilih-pilih makanan kalau sedang pergi ke luar kota. Maksud saya, apabila dari menu yang disediakan kurang cocok, saya akan pesan sendiri di luar menu sarapan yang ada. Menurut informasi room service menu utama sarapan pagi itu adalah : nasi putih, ayam sereh, tumis sayur, bubur ayam. Akhrinya saya memesan spaghetti carbonara (IDR 40K) untuk sarapan Dek Adam.

Sesuai permintaan saya. Sarapan diantarkan jam 05.45WIB,. Saat melihat makanan yang datang, saya agak kecewa. Spaghettinya terlihat kurang matang, terlalu kering, dan dilengkapi dengan berbagai  topping paprika dan cabe (untung tidak pedas), rasa bumbu carbonaranya aneh. Dek Adam sama sekali tidak mau makan. Saya sendiri pun tidak suka HAHAHA, akhirnya suami yang menghabiskan, dan Dek Adam sarapan di resto bawah. Tidak diduga, dia malah lahap dengan menu yang ada.

Suamipun nyeletuk : “Jadi pelajaran yang diambil apa?”

Saya: “jangan underestimate sama selera makan anak. Ternyata dia mau makan menú sarapan hotel meski tidak variatif”

Suami  : “Bukan”

Saya : “Lalu?”

Suami : “jangan pernah lagi memesan western food ke hotel bintang dua”

HAHAHAA.  OKE. Lesson learnt 😛

 

Resto Citradream


SERVICE

Pegawainya ramah, kami tidak ada masalah sedikit pun. But somehow, saya tidak punya kesan tersendiri untuk hotel ini karena dengan harga yang agak mahal (jika dibandingkan daerah BSD, namun harga hotel ini sebanding dengan hotel bintang dua di daerah Bintaro), semuanya terasa biasa saja. Kelebihan hotel ini adalah sebelahan dengan mall. Mungkin di lain waktu saya ingin mencoba menginap di hotel setara CITRADREAM di daerah Bintaro yang lain.

 

HOTEL CITRADREAM BINTARO (BINTANG DUA)

Plaza Bintaro, Jl. Bintaro Utama 3A, Pondok Karya, Pd. Karya, Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15225

 

REVIEW : POMPA ASI MEDELA SWING DAN SPECTRA 9+

​Hello, readers!

Tidak terasa Dek Adam akan 19bulan pada tanggal 27 nanti, berarti sudah 19bulan juga saya menyusui dan memberikan ASI untuknya (duh 5bulan lagi nyapih dong ya?). Selama 19bulan juga saya memompa ASI untuk dek Adam, karena saya memulai mompa saat dia masih berumur 3hari.

Selama ini ada 2 jenis pompa ASI yang pernah saya pakai, keduanya electric breastpump, yaitu MEDELA SWING dan SPECTRA 9+. Di postingan kali ini saya akan review singkat tentang keduanya! 

MEDELA SWING

Single Pump; Harga di online shop per Juni 2015 : 1.75juta

Penampakan Medela Swing

Keunggulan :

  • Desain pompa bagus, warnanya menarik
  • Tidak banyak printilan karena hanya single pump.
  • Tersedia banyak ukuran diameter puting
  • Memiliki 2 sesi, pijat dan perah sehingga memungkinkan untuk stimulasi di awal memompa

Kelemahan :

  • Lumayan pricey untuk single pump
  • Membutuhkan waktu lebih lama karena harus gantian pompa kanan-kiri
  • Hanya memiliki 3 (atau 4?) macem tingkat pijat dan perah
  • Jarang dapat mengosongkan payudara. Ini faktor cocok-cocokan juga
  • Opened system, alias tidak ada penghalang antara selang dan mesin pompa. Pernah sesekali saat mompa hingga penuh, ASI di dalam botol terhisap oleh valve sehingga ada sebagian ASI masuk selang. Alhamdulillah tidak sampai mesin, namun cukup jadi PR juga untuk membersihkan selang
  • Tidak ada Medela service center di Balikpapan
  • Hanya dapat menggunakan sumber listrik (colok langsung), atau batere kecil. Hal ini tidak memungkinkan untuk memompa dimana saja, alias harus dekat colokan listrik.

SPECTRA 9+ 

Double pump; Harga di online shop per Juli 2015 1.52juta

Penampakan Spectra 9+

Keunggulan :

  • Murah untuk double pump, bahkan lebih murce dari medela single pump
  • Memiliki layar yang menampilkan tingkatan pijat/hisap dan waktu
  • Memiliki 5 tingkatan pijat dan 10 tingkatan hisap. Saya suka fitur ini karena bisa leluasa memilih~
  • Karena double pump, menghemat waktu memompa. Cukup 15-20menit saya menyudahi aktivitas memompa saya
  • Dapat dioperasikan tanpa colokan listrik alias memiliki batere yang built in. Hal ini memudahkan saya untuk memompa dimana saja, di mobil sekalipun. Apabila saya diantar/jemput suami, saya sering memompa selama perjalanan.
  • Batere cukup tahan lama. Saat weekend, charger saya pernah tertinggal di kantor, namun saya tetap dapat memompa sehari 2x hingga masuk kantor.
  • Lebih dapat mengosongkan payudara dari pada Medela Swing
  • Closed system karena memiliki Back Flow Preventer (BFP) sehingga ASI tidak akan masuk ke selang
  • Official instagram aktif dan tanggap jika kita bertanya. Saya simpulan after sales servicenya bagus
  • Memiliki konektor yang dapat menghubungkan corong dan botol yang diameternya berbeda dengan botol bawaan.

Kelemahan :

  • Warna dan desainnya tidak secantik Medela Swing (penting???)
  • Valve kurang awet alias gampang sobek. Apabila sobek, daya hisap tidak optimal. Saya harus selalu hati-hati membersihkan valve, bahkan akhirnya hanya dicelup ke air panas dan membersihkan bagian dalam dengan cotton bud jika perlu. Valve nya mudah dicari di online harganya 30-40ribu. Setiap 3-6bulan saya mengganti valve karena sudah sobek hehe. 
  • Selain valve, botolnya juga kurang awet karena tidak tahan perubahan suhu mendadak. Botol saya pernah bolong saat habis kusiram air panas.
  • Printilan lebih banyak karena double pump dengan BFP.
  • Tuas manual sama sekali tidak bisa dipakai.

Dengan penilaian seperti di atas, saya lebih sering menggunakan SPECTRA 9+ untuk memompa ASI. Saya membeli pompa ini karena saat dek Adam umur sebulan saya mulai menyadari bahwa saya membutuhkan double pump agar tidak banyak membuang waktu. 

Alhamdulillah cocok dengan SPECTRA 9+ baik performa maupun harga. Medela Swing hanya dipakai sebulan sekali dan akhirnya saya flea. Pompa ASI ini merupakan salah satu tools yang membantu saya untuk meningkatkan (atau minimal mempertahankan) produksi ASI. Semoga dapat menyempurnakan menyusui dek Adam hingga 2tahun. aamiin!

Jadi, apa pompa ASI favoritmu?