Catatan Trisemester Pertama

Catatan Trisemester Pertama

YES, we are expecting our second child. Alhamdulillah.

Kehamilan ini merupakan yang kedua, dan usia kandungan baru memasuki awal trisemester dua. Saya dan suami mengetahui bahwa saya hamil persis satu hari sebelum liburan ke Jogjakarta. Untung sudah beli tiket pesawat PP dan booking hotel, kalau belum bisa-bisa suami tidak jadi ajak saya liburan ke Jogjakarta, cukup ke Samarinda. HAHAHAHA ūüėõ

Saya tergerak menulis tentang trisemester pertama‚Ķ.karena rasanya sangat berbeda dengan hamilnya Mas Adam. Dulu saya kebo banget, tidak pernah muntah (literally mengeluarkan isi perut), hanya sekedar mual dan itupun hitungan jari. Selama hamil bawannya cuma mengantuk seharian, pelupa plus tidak mudah fokus.

Yang sekarang? Sensasinya luar biasa. Memasuki minggu ke 5 hingga 11, saya mual dan muntah yang lumayan. Seharian bisa 5x mual plus 4x muntah. Hampir setiap jam 9, 14, 16, dan 19 saya selalu ngacirke kamar mandi (baik di kantor atau rumah) untuk melegakan tenggorokan dan perut. Dokter obsgyn dan klinik pun menyarankan untuk istirahat di rumah beberapa kali.

Selama suami di lapangan, saya hanya mengomunikasikan keadaan saya via chat dan telepon. Setiap hari ia selalu mengingatkan untuk meminum vitamin sesuai rekomendasi dokter dan mengurangi makanan pemicu mual. Sulitnya adalah saya sama sekali tidak dapat mengidentifikasi sumber mual saya. Setiap makan makanan tidak berminyak, tidak terlalu berbumbu hingga tidak pedas pun, saya masih saja merasa tidak cocok di perut. Semua orang menyarankan minum susu ini itu, bahkan susu paling light pun tidak berhasil masuk ke dalam perut saya.

Rasanya? Lemesssssbanget.

Seketika suami pulang ke rumah, dia sendiri kaget. Pasalnya ia sama sekali tidak menduga bahwa segitunya saya bisa bolak-balik ke kamar mandi. Alhamdulillah, suami selalu membantu saya menghadapi ini. Setiap pulang kantor, ia selalu membalurkan minyak di perut dan punggung, memijat kaki, menyiapkan makanan (meski belum tentu bisa saya makan, hahaha). Ia rajin menawarkan saya untuk dibelikan A, B, C , D‚Ķnamun saya hanya menjawab : ‚ÄúAdek gak pengen makan, mau tidur aja‚ÄĚ

Selain suami, Mas Adam juga menguatkan saya. Apabila papanya sudah pergi ke Papua, Mas Adam lah yang melakukan SEMUA yang biasa dilakukan papanya. Dengan semangat ia mengoleskan minyak kayu putih, memijat kaki kiri (katanya yang kanan tugas papanya! Haha), mengoles aromaterapi (roll-on) di leher saya plus mengambilkan air putih dan vitamin. Setiap habis maghrib saya terharu melihat Mas Adam‚Ķ. Jadi anak sholeh ya, Nak :‚ÄĚ

Alhamdulillah sekarang kondisi saya lebih baik, mual sudah jauh berkurang. Saya sudah bisa makan berbagai macam makanan. Hanya saja sering merasa pusing di pelipis hingga tengkuk kepala. Setelah dua hari merasakan keluhan tersebut, saya memeriksakan diri ke klinik kantor. Ternyata kadar hemoglobin dalam darah saya kurang (10.5 dari rujukan 12 untuk wanita TIDAK hamil, kebutuhan wanita hamil lebih besar).  Akhirnya dokter memberikan saya suplemen penambah darah dan sanmol (apabila diperlukan untuk mengurangi nyeri berlebihan)

Meski rasanya nano-nano, saya menikmati perjalanan hamil ini. Menurut USG, calon adek bayi tumbuh sehat bahkan nampaknya saya sudah merasakan tendangan halus pertamanya. Semoga sehat, lengkap, normal dan lancar hingga lahiran. Can‚Äôt wait to see you, baby!

 

Advertisements
Menginap di Hotel HARRIS Samarinda

Menginap di Hotel HARRIS Samarinda

Hey Readers!

Minggu lalu saya dan keluarga melakukan staycation di ibu kota Kalimantan Timur, yaitu SAMARINDA. Ini adalah perjalanan darat pertama kami keluar Balikpapan bersama-sama. Saya sengaja mengambil cuti sehari agar kami bisa menginap di hotel meski hanya semalam. Tidak sulit memutuskan hotel mana yang ingin kami coba, karena sejak awal saya sudah ingin nginep di sini……. Di HOTEL HARRIS SAMARINDA!

Sebenarnya sejak beberapa waktu lalu, saya teracuni tetangga depan yang sudah 2x menginap di hotel bernuansa oranye ini. Dia bilang hotelnya bersih, baru, dan dekat Big Mall Samarinda yang super besar. Setelah diskusi dengan suami, ia juga setuju menginap di hotel ini. Kami memilih kamar double bed (king size) dengan view sungai Mahakam serta paket sarapan untuk 2orang. Harga yang harus dibayar berkisar 700ribu via traveloka.
Ini adalah hotel kedua yang saya review, semoga bisa lebih komplit dari yang sebelumnya.

Read more

Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

‚Äč‚ÄčSeperti yang telah saya kemukakan panjang lebar di¬†sini, bahwa Dek Adam mengalami penurunan kenaikan Berat Badan (BB) cukup lumayan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sebulan sebelum¬†khitan¬†(Dek Adam 6bulan, baru banget MPASI nih) saya pernah meminta untuk tes darah khusus zat besi Dek Adam ke dokter anak. Dokter belum setuju, alasannya penurunan ini masih bisa dibilang wajar, karena semakin besar, gerak bayi akan semakin aktif. Hal ini yang membuat sebagian makanan bayi digunakan untuk tenaga beraktivitas.

Saya bertanya ke dsa, ‚ÄúDokter, Dek Adam kan alerginya cukup lumayan dok, dan dia Full ASI selama 6bulan tanpa tambahan susu lain. Terus, saya tidak makan turunan susu, telur, ayam selama 6 bulan ini. Dek Adam juga hanya komsumsi daging sapi dan ikan tawar sebagai protein hewaninya. Gimana menurut dokter?‚ÄĚ


Beliau menjelaskan ‚ÄúJadi begini Bu, lebih baik pemeriksaan zat besinya di umur 9bulan karena di umur baru mau 7bulan ini masih¬†blur¬†hasilnya. Sekalian kita evaluasi MPASInya. Kalau memang kurang, kita beri suplementasi zat besi‚ÄĚ


Read more

Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

‚ÄčHelo helo helo!

Tidak sengaja kemarin saya diingatkan salah satu akun sosmed saya ‚Äďyang lambangnya huruf P itu, bahwa setahun yang lalu saya dan suami memutuskan untuk mengkhitankan Dek Adam. Saat itu Dek Adam berusia sekitar 7bulan. Sebenarnya khitan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan indikasi medis.

Menginjak usia 4bulan, saya menyadari ada sesuatu yang janggal : Dek Adam selalu menangis ketika hendak buang air kecil (BAK), HENDAK ya, bukan SETELAH. Kalau setelah BAK lalu bayi nangis mungkin wajar karena basah, namun kalau sebelumnya? 

  Read more

Kunjungan Pertama Dek Adam ke Dokter Gigi Anak

Kunjungan Pertama Dek Adam ke Dokter Gigi Anak

Hay hay hay semua!

Di umur ke Sembilan belas bulan ini dek Adam akhirnyaaaa untuk pertama kalinya ke DOKTER GIGI ANAK! Jeng jeng jeeeeng~~

Tawa Dek Adam sebelum ke Dokter Gigi Anak

Mungkin sebagian bertanya-tanya, kenapa sih perlu ke dokter gigi anak? Dek Adam sakit gigi? Giginya bolong kah? Gigis? Keropos? NO NO NO, bukan. Inisiatif ke dokter gigi anak ini dimulai dari pembicaraan grup Whatsapp BC June 2015 (kumpulan bukibuk yang anaknya lahir Juni 2015) dimana ada salah satu mama yang mengutip quote :


Ajaklah anak ke dokter gigi, meski belum memiliki masalah serius dengan gigi. Apabila diajak ketika sakit gigi, takutnya akan membuat anak trauma


Read more

REVIEW : CARSEAT JOIE TILT

REVIEW : CARSEAT JOIE TILT

Carseat adalah salah satu wishlist saya dan suami ketika berencana membeli mobil. Sejak membaca forum di web komunitas ibu-ibu, saya merasa penting untuk memiliki carseat, baik dari segi keamanan (INI YANG UTAMA) maupun kenyamanan. Sejujurnya, memilih carseat juga tidak mudah, karena sifatnya memang cocok-cocokan. 

Saya menghabiskan cukup banyak waktu untuk membaca review yang bertebaran di internet, akhirnya saya sreg untuk membeli JOIE TILT CARSEAT

Dek Adam Nyaman Tidur dan Bercanda di Carseat

Sejujurnya pembelian carseat kala itu cukup terlambat, meski saya sudah punya wishlist sejak hamil, namun ternyata saya baru membelinya ketika dek Adam umur 6bulan. Keterlambatan memiliki carseat ini ternyata berdampak pada sulitnya mendisiplinkan dek Adam yang saat itu sudah keenakan duduk atau tiduran di pangkuan saya saat bepergian. Selama 6bulan pun, saya tidak pernah bepergian berdua dengan dek Adam menggunakan mobil pribadi. 

Read more

REVIEW : POMPA ASI MEDELA SWING DAN SPECTRA 9+

REVIEW : POMPA ASI MEDELA SWING DAN SPECTRA 9+

Hello, readers!

Tidak terasa Dek Adam akan 19bulan pada tanggal 27 nanti, berarti sudah 19bulan juga saya menyusui dan memberikan ASI untuknya (duh 5bulan lagi nyapih dong ya?). Selama 19bulan juga saya memompa ASI untuk dek Adam, karena saya memulai mompa saat dia masih berumur 3hari.

Selama ini ada 2 jenis pompa ASI yang pernah saya pakai, keduanya electric breastpump, yaitu MEDELA SWING dan SPECTRA 9+. Di postingan kali ini saya akan review singkat tentang keduanya! 

MEDELA SWING

Single Pump; Harga di online shop per Juni 2015 : 1.75juta

Penampakan Medela Swing

Keunggulan :

  • Desain pompa bagus, warnanya menarik
  • Tidak banyak printilan karena hanya single pump.
  • Tersedia banyak ukuran diameter puting
  • Memiliki 2 sesi, pijat dan perah sehingga memungkinkan untuk stimulasi di awal memompa

Kelemahan :

  • Lumayan pricey untuk single pump
  • Membutuhkan waktu lebih lama karena harus gantian pompa kanan-kiri
  • Hanya memiliki 3 (atau 4?) macem tingkat pijat dan perah
  • Jarang dapat mengosongkan payudara. Ini faktor cocok-cocokan juga
  • Opened system, alias tidak ada penghalang antara selang dan mesin pompa. Pernah sesekali saat mompa hingga penuh, ASI di dalam botol terhisap oleh valve sehingga ada sebagian ASI masuk selang. Alhamdulillah tidak sampai mesin, namun cukup jadi PR juga untuk membersihkan selang
  • Tidak ada Medela service center di Balikpapan
  • Hanya dapat menggunakan sumber listrik (colok langsung), atau batere kecil. Hal ini tidak memungkinkan untuk memompa dimana saja, alias harus dekat colokan listrik.

SPECTRA 9+ 

Double pump; Harga di online shop per Juli 2015 1.52juta

Penampakan Spectra 9+

Keunggulan :

  • Murah untuk double pump, bahkan lebih murce dari medela single pump
  • Memiliki layar yang menampilkan tingkatan pijat/hisap dan waktu
  • Memiliki 5 tingkatan pijat dan 10 tingkatan hisap. Saya suka fitur ini karena bisa leluasa memilih~
  • Karena double pump, menghemat waktu memompa. Cukup 15-20menit saya menyudahi aktivitas memompa saya
  • Dapat dioperasikan tanpa colokan listrik alias memiliki batere yang built in. Hal ini memudahkan saya untuk memompa dimana saja, di mobil sekalipun. Apabila saya diantar/jemput suami, saya sering memompa selama perjalanan.
  • Batere cukup tahan lama. Saat weekend, charger saya pernah tertinggal di kantor, namun saya tetap dapat memompa sehari 2x hingga masuk kantor.
  • Lebih dapat mengosongkan payudara dari pada Medela Swing
  • Closed system karena memiliki Back Flow Preventer (BFP) sehingga ASI tidak akan masuk ke selang
  • Official instagram aktif dan tanggap jika kita bertanya. Saya simpulan after sales servicenya bagus
  • Memiliki konektor yang dapat menghubungkan corong dan botol yang diameternya berbeda dengan botol bawaan.

Kelemahan :

  • Warna dan desainnya tidak secantik Medela Swing (penting???)
  • Valve kurang awet alias gampang sobek. Apabila sobek, daya hisap tidak optimal. Saya harus selalu hati-hati membersihkan valve, bahkan akhirnya hanya dicelup ke air panas dan membersihkan bagian dalam dengan cotton bud jika perlu. Valve nya mudah dicari di online harganya 30-40ribu. Setiap 3-6bulan saya mengganti valve karena sudah sobek hehe. 
  • Selain valve, botolnya juga kurang awet karena tidak tahan perubahan suhu mendadak. Botol saya pernah bolong saat habis kusiram air panas.
  • Printilan lebih banyak karena double pump dengan BFP.
  • Tuas manual sama sekali tidak bisa dipakai.

Dengan penilaian seperti di atas, saya lebih sering menggunakan SPECTRA 9+ untuk memompa ASI. Saya membeli pompa ini karena saat dek Adam umur sebulan saya mulai menyadari bahwa saya membutuhkan double pump agar tidak banyak membuang waktu. 

Alhamdulillah cocok dengan SPECTRA 9+ baik performa maupun harga. Medela Swing hanya dipakai sebulan sekali dan akhirnya saya flea. Pompa ASI ini merupakan salah satu tools yang membantu saya untuk meningkatkan (atau minimal mempertahankan) produksi ASI. Semoga dapat menyempurnakan menyusui dek Adam hingga 2tahun. aamiin!

Jadi, apa pompa ASI favoritmu?