Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

​​Seperti yang telah saya kemukakan panjang lebar di sini, bahwa Dek Adam mengalami penurunan kenaikan Berat Badan (BB) cukup lumayan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sebulan sebelum khitan (Dek Adam 6bulan, baru banget MPASI nih) saya pernah meminta untuk tes darah khusus zat besi Dek Adam ke dokter anak. Dokter belum setuju, alasannya penurunan ini masih bisa dibilang wajar, karena semakin besar, gerak bayi akan semakin aktif. Hal ini yang membuat sebagian makanan bayi digunakan untuk tenaga beraktivitas.

Saya bertanya ke dsa, “Dokter, Dek Adam kan alerginya cukup lumayan dok, dan dia Full ASI selama 6bulan tanpa tambahan susu lain. Terus, saya tidak makan turunan susu, telur, ayam selama 6 bulan ini. Dek Adam juga hanya komsumsi daging sapi dan ikan tawar sebagai protein hewaninya. Gimana menurut dokter?”


Beliau menjelaskan “Jadi begini Bu, lebih baik pemeriksaan zat besinya di umur 9bulan karena di umur baru mau 7bulan ini masih blur hasilnya. Sekalian kita evaluasi MPASInya. Kalau memang kurang, kita beri suplementasi zat besi”


Saya melanjutkan, “Kalau dari visual, dek Adam gimana, Dok?”


Ia melihat telapak tangan-kaki dan kelopak mata bagian bawah. Katanya semua normal, tidak ada tanda pucat anemia. Saya terdiam, lalu mengangguk sepakat untuk menunda tes darah. Mungkin bagi sebagian orang, saya lebay minta ngetes-ngetes anak, lha wong anak gak sakit kok ya kudu ditusuk-tusuk ambil darah sih? Saya kutip dari website duniasehat mengenai kebutuhan zat besi sebagai berikut :


(Awal kutipan) Kebutuhan zat besi bayiBayi baru lahir membutuhkan asupan zat besi sekitar 0,27 mg/hari.ASI mengandung sekitar 0,35 mg/L dan setiap hari bayi meminum sekitar 0,78 L ASI. Meskipun kandungan zat besi di ASI sedikit, namun 70% diserap dengan baik karena laktosa dan vitamin C dalam ASI akan membantu penyerapan zat besi. Pada umur 6 bulan kebutuhan zat besi akan meningkat menjadi 11 mg/hari. Oleh sebab itu ibu harus memilih bahan makanan yang mengandung banyak zat besi untuk MPASI.

Zat besi bisa ibu dapatkan dari bahan pangan hewani atau nabati. Kandungan zat besi dalam sayur-mayur lebih tinggi daripada dari bahan pangan hewani, namun zat besi dalam sayur-mayur ini lebih sulit diserap oleh tubuh. Hanya 1 – 15% zat besi dari bahan pangan nabati yang akan diserap tubuh, jika cadangan besi dalam tubuh makin tinggi maka persentase yang diserap akan makin rendah.

Zat besi dalam bahan pangan hewani berada dalam bentuk heme iron, sedangkan dalam sayur-mayur berada dalam bentuk non-heme iron. Non-heme iron ini membutuhkan zat tambahan yang disebut enhancer supaya bisa diserap oleh tubuh. Enhancer yang dibutuhkan adalah vitamin C dan (kemungkinan) karoten, sedangkan vitamin C dan karoten ini mudah rusak dalam proses pengolahan makanan. Selain alasan di atas, zat besi dari bahan pangan nabati sukar dicerna karena akan dihambat oleh phytate  atau phytic acid (6-fosfoinositol), fosfat, oksalat, tannat, karbonat dan polifenol yang juga banyak terdapat dalam sayur-mayur.

Oleh sebab itu, segera berikan bahan pangan hewani kaya zat besi seperti hati atau daging merah dalam MPASI bayi 6 bulan. Jika terlambat akan sangat fatal akibatnya. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia defisiensi besi (ADB), yang juga mengakibatkan gangguan lain sebagai berikut:

  1.  Aktivitas terganggu
  2. Kehilangan nafsu makan dan sulit menelan makanan. Terjadi atrofi papilla lidah/taste bud yang bertugas untuk merasakan rasa makanan sehingga nafsu makan menjadi buruk. Saluran pencernaan juga mengalami kerusakan sel sehingga kerja mekanik maupun enzimatik menjadi terganggu.
  3. Anak terkena gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar, anxietas, ADHD, keterlambatan perkembangan hingga retardasi mental
  4. Terganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya akibat adanya gangguan dalam proses myelinisasi serabut saraf, metabolism neurotransmitter juga fungsi otak untuk mengingat. IQ anak bisa tidak setinggi yang seharusnya bisa dia capai.
  5. Anak mengalami gangguan keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh sehingga perkembangan menjadi terlambat
  6.  Terganggu interaksi sosial
  7. Rentan sakit infeksi akibat gangguan kerja system kekebalan tubuhnya
  8. Gangguan jantung dan pembuluh darah: insufisiensi pembuluh darah coroner hingga iskemi miokardiak yang ditunjukkan dengan gejala anak mudah lelah, nafas pendek, dan terdengar suara bising-sistolik.

(Akhir kutipan)

Dengan pengetahuan hasil baca sana sini lah yang membuat saya agak aware kebutuhan zat besi. Kebetulan saat umur 7bulan, sebelum dek Adam khitan, ia diharuskan ambil darah. Saya merajuk ke dokter anak untuk sekalian analisis zat besi, toh sama-sama ambil darah, jadi tidak perlu menunggu umur 9bulan. Akhirnya pemeriksaan zat besi dek Adam dilakukan di umur 7bulan 1minggu.

Jangan ditanya bagaimana proses pengambilan darahnya. Yang jelas dek Adam nangis kencang, apalagi saya harus memegangi dia, dia terlihat marah besar. Belum lagi darah yang harus diambil sebanyak 2 ampul untuk keperluan anastesi khitan dan pemeriksaan zat besi. Pasca pengambilan darah pun, Dek Adam agak trauma, nampaknya tangan kirinya kemeng. Seharian dek Adam tidak mau menggerakkan tangan kirinya.

Hasil analisis darah keluar sekitar empat hari setelah pengambilan sampel. Jujur saya deg-deg an saat mengambilnya. Meski tujuan utama tes darah ini adalah keperluan anastesi khitan, saya lebih kepikiran tentang zat besinya. Di otak saya sudah terbayang pertanyaan : “Apakah Zat besinya sampai 40 (rujukan wajar) yah? Atau kalau kurang, yah kurang dikit kali ya? Ah sudahlah”

Saya menyobek amplop hasil tes. Mata saya langsung mencari kata Ferritin. Seketika melihat angka di sebelah kata Ferritin saya SHOCK. 

 

Zat besi dek Adam hanya 15 dari range 30-400 ng/ml. Saya langsung mengecek kadar Hemoglobinnya,  yaitu 10.7 dari rujukan 10.4-15.6 g/dL,. Saya agak lega setidaknya tidak semua di bawah batas. Saya langsung menemui dokter anak untuk konsultasi.

Dokter menjelaskan dari hasil tes dapat diketahui bahwa : (1) Hemoglobin agak rendah namun masih dalam range normal; (2) Kemungkinan terjadi infeksi, FYI, Dek Adam ada kecurigaan gejala ISK menjelang khitan; (3) Ada reaksi hipersensitivitas (alergi); (4) Awal proses defisiensi besi

Dokter menasihati kami untuk tidak terlalu khawatir karena zat besi dapat diperbaiki. Ia menduga bahwa karena dek Adam alergi, zat besi dalam darah banyak terpakai untuk melawan alergi. Dek adam diresepkan ferlin drop untuk bayi. Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan zat besi dalam darah membutuhkan proses deposit, alias tidak bisa langsung naik dalam waktu singkat. Zat besi akan bertambah perlahan-lahan apabila kita memberikan asupan yang mendukung ataupun suplementasi zat besi. Pemberian vitamin zat besi hendaknya dibarengi dengan vitamin C dalam jarak waktu dekat, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi.

Akhirnya sampai sekarang umur 19bulan 2minggu, Dek Adam masih mengkonsumsi suplemen zat besi. Dokter menyarankan pemberian suplemen ini hingga 2tahun. Dek Adam sudah pernah mencoba berbagai macam merk zat besi, dari Ferlin, Sangobion bayi, hingga sekarang setia dengan Maltofer. Dosis yang diberikan juga sudah tida sebanyak dulu. Jika dulu dosis pengobatan, sekarang dosis penggunaan wajar. Jika BAB agak menghitam atau sembelit, pemberian zat besi akan dihentikan, dan dilanjutkan kembali BAB normal.

Karena rutin mengkonsumsi zat besi, kami (saya, suami, dan pengasuh) tidak pernah perang dengan Dek Adam saat pemberian vitamin. Bahkan dia sering meminta sendiri jika kami lupa. Hahaha! Hasilnya cukup terlihat beberapa minggu setelah penggunaan, nafsu makannya menjali lebih baik dan terjaga (tidak naik turun kecuali kondisi tertentu), dan Berat Badan mulai menuju tren positif.

Yak begitulah sekelumit cerita tentang Dek Adam dan Zat Besi. Semoga bermanfaat!

Advertisements

One thought on “Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s