Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

Helo helo helo!

Tidak sengaja kemarin saya diingatkan salah satu akun sosmed saya –yang lambangnya huruf P itu, bahwa setahun yang lalu saya dan suami memutuskan untuk mengkhitankan Dek Adam. Saat itu Dek Adam berusia sekitar 7bulan. Sebenarnya khitan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan indikasi medis.

Menginjak usia 4bulan, saya menyadari ada sesuatu yang janggal : Dek Adam selalu menangis ketika hendak buang air kecil (BAK), HENDAK ya, bukan SETELAH. Kalau setelah BAK lalu bayi nangis mungkin wajar karena basah, namun kalau sebelumnya? 

 

Akhirnya saya berkonsultasi pada salah satu dokter anak di Balikpapan ketika vaksin. Beliau mengatakan bahwa bukan hal yang berbahaya, mungkin dia memang tidak nyaman saat mau pipis. Sebenarnya saya masih merasa aneh, namun rasa penasaran ini saya tepis jauh-jauh. Suami pun tidak terlalu menanggapi serius.

Meski saya mencoba untuk santai, namun penyebab dek Adam menangis ketika hendak BAK masih menjadi pertanyaan untuk saya. Kecurigaan ini mulai muncul lagi ketika melihat kenaikan BB Dek Adam tidak sebanyak bulan-bulan sebelumnya. Ketika umur 0-4bulan, Dek Adam naik 0.8-1.3kg per bulan. Namun hingga bulan ke-6, BB Dek Adam hanya naik 0.5kg alias 500gr dalam waktu 2bulan. Belum lagi ada satu hari dimana saya pulang kantor, saya mendapati dek Adam demam hingga 39ºC. Menurut pengasuh Dek Adam, badannya hangat mulai ba’da Ashar. Saya memberikan sanmol saat itu juga, alhamdulillah demamnya turun.

Karena feeling tidak enak, meski demam dek Adam turun, esok harinya saya membawa ke Dokter Sepesialis Anak (yang berbeda dengan dsa sebelumnya). Selain mengenai demam, saya juga menanyakan kenaikan BB dan penyebab dek Adam menangis ketika hendak BAK.

Dokter mengernyitkan dahi ketika saya bercerita panjang-lebar. Lalu ia membuka celana dan diaperDek Adam. Ia memperhatikan alat kelamin Dek Adam

“Ibu, Dek Adam ini, Mr.P nya kotor”

“Kok bisa, Dok?”

“Nah ini… selama ini pernah gak kulupnya dibuka saat membersihkan pasca BAK?”

“Ndak pernah, Dok”

“Ini saya tunjukkan, karena tampaknya kulupnya kecil alias FIMOSIS. Kulup kecil itu wajar kok, normal, yang  penting membersihkannya benar”

 

Dokter mencoba membuka kulup Dek Adam, memang terlihat agak sulit, namun akhirnya terbuka. Saya kira terbuka sedikit sudah cukup, eh ternyataaaaa Dokter tetap menarik kulup ke belakang. Ngilu lihatnya, euy.

“Nah begini Bu, seharusnya membersihkannya gini. Tarik sampai belakang membentuk kembang. Ini kelihatan kan ada putih-putih kristal, ini kotoran bekas habis BAK. Ini lecet dikit gapapa tadi karena memang kulupnya lengket ke kepala Mr.P, nanti saya resepkan salep ya… tiap hari, pagi dan sore habis mandi, ini harus ditarik ke belakang. Pakai cotton bud untuk mengoleskan salepnya. Kita lihat aja progress-nya”

Saya mengangguk-angguk, Dokter melanjutkan

“Ini mungkin saja demam dan kenaikan BB yang irit karena gejala Infeksi Saluran Kencing (ISK) akibat kulupnya kotor. Saya bawakan tabung untuk ambil sampel urin Dek Adam ya. Kalau sudah bisa menampung urinnya, bawa ke RS untuk dicek ke Lab. Besok juga gapapa, saya sudah buatkan surat pengantarnya”

Saya termenung. Kaget. Selama hampir 7bulan ini saya salah membersihkan Mr.P dek Adam. Akhirnya saya telepon suami yang lagi di Mesir, dan ia meyakinkan all izz well.

Semenjak kunjungan ke dokter saya mencoba sangat teliti membersihkan Mr.P dek Adam. Tes urin tidak saya lakukan karena susah sekali mendapatkan sampelnya. Setelah seminggu melakukan rutinitas pembersihan dengan benar… suatu pagi : SAYA SAMA SEKALI TIDAK BISA MENARIK KULUPNYA KE BELAKANG!!!!!

Saya kaget. Suami di masih di Mesir pula. Akhirnyasaat itu juga saya bawa dek Adam ke dokter anak yang sama. Ia memberikan rujukan ke dokter urologi dan rekomendasi khitan jika diperlukan. Namun karena di waktu yang sama dokter urologi tidak sedang praktek, ia menyarankan membawa ke dokter bedah anak yang ada saat itu. 

Dokter bedah anak memeriksa dek Adam. Sama seperti dokter anak sebelumnya, ia menarik kulup dek Adam ke belakang, dan bisa. Meski sudah bisa terbuka, ia menyarankan khitan karena kulupnya sudah terlalu lengket. Saya menerima saran dokter dan akan segera mendiskusikannya dengan suami.

Setelah suami kembali dari Mesir, kami berdiskusi dan sepakat untuk mengkhitan Dek Adam. Kami tidak ingin mengambil resiko jika ada penyakit yang ditimbulkan jika kulupnya susah dibersihkan. Kami berkonsultasi dengan dokter bedah anak plus dokter anestesi, serta melakukan pengambilan darah untuk persiapan operasi. 

Operasi? Iya. Khitan disebut operasi kecil dan dek Adam akan dibius total. Awalnya kami ragu untuk bius total, namun karena sudah berusia 7bulan dan sudah banyak polah, kami pun setuju. Proses khitan ini akan membuang kulup dek adam hingga kira-kira satu setengah centi meter ke belakang kepala Mr.P. Khitan akan dilakukan dengan metode manual, bukan laser. Dokter mengatakan bahwa luka akibat laser akan lebih susah kering, seperti luka bakar, dan tidak rapih. 

Operasi dilakukan hari Rabu, saya mendapat cuti sirkumsisi anak dari kantor. Khitan dilakukan jam 10pagi, dan Dek Adam diminta puasa (tidak makan, minum ataupun sekedar menyusu) sejak dua jam sebelumnya. 

Kami berdua menunggu di luar ruang operasi. Sesekali kami melihat ke pintu kamar-kamar operasi. Sekitar jam 12.00 dokter bedah anak keluar, katanya operasi lancar dan memang agak lama karena banyak kotoran yang menyangkut dan lengket sekali. Kami belum bisa melihat Dek Adam karena harus menunggu hingga Dek Adam sadar. Akhirnya jam 13.00 kami bisa menemui dek Adam. Kami bertiga dibawa suster ke ruang One Day Care. Dek Adam masih memakai baju operasi dan terlihat sangat mengantuk. Suami saya langsung memeriksa Mr.P Dek Adam

Ekspresi Dek Adam Saat Tersadar alias Biusnya Habis

Ia bergumam “bagus kok”

“apanya?” – Tanya saya

“hasilnya bagus, jahitannya rapih..”

Suami terlihat lega, katanya hasil jahitan itu penting. Dan memang benar sih, beberapa teman saya ada yang kecewa ketika tahu hasil jahitan khitan anaknya tidak rapi.

Dokter bedah anak menemui kami, ia memberikan beberapa penjelasan :

1.       Kondisi dek Adam baik, ia hanya masih di bawah pengaruh bius

2.       Terlihat agak bengkak, wajar, akan segera kempes jika luka sudah kering

3.       Perawatan yang diberikan adalah perawatan terbuka, Mr.P tidak akan dibungkus dengan perban

4.       Selama perawatan pasca khitan, semua harus higienis. Apabila BAK, lap sekitar kepala Mr.P hingga benar-benar kering

5.       Luka akan mengering 3-5hari, sedangkan jahitan lepas setelah 1-2minggu

6.       Berikan salep disekitar jahitan agar segera kering

7.       Hindari pemakaian diapers ataupun celana ketat

8.       Minumkan obat antibiotic ke Dek Adam, dan waspadai reaksi alergi (jika ada). Apabila dek Adam muntah, badan agak bengkak pasca pemberian AB, bawa kembali ke RS untuk diperiksa.

9.       Lakukan pemeriksanan untuk kontrol jahitan dan evaluasi perawatan H+4 khitan


Jam 15.00 kami mengurus administrasi, biaya yang dikeluarkan sekitar 5juta rupiah, hehe untungnya biaya ini ditanggung asuransi kantor suami. Setelah urusan administrasi selesai, kami pulang. Sesampainya di rumah Dek Adam sudah terlihat ceria dan tidak mengantuk. Badannya segar-bugar. Ia sama sekali tidak tampak kesakitan. Dan setengah jam setelah berganti baju……………… Pertama kalinya Dek Adam BAK sejauh 2meter sampai mengenai tembok. Kami serumah kaget, lalu tertawa, ha ha ha.

Selama seminggu dek Adam tidak pakai celana sama sekali di rumah, memang sengaja di angin-anginkan. Kami memakaikan kaos yang agak kedodoran agar ia tidak kedinginan. Saat tidur pun, bagian Mr.P ke terbuka, saya dapat 3 kali jackpot kena BAK yang mancur ke muka tengah malam. Butuh waktu 3hari agar luka kering dan sekitar seminggu untuk jahitan lepas semua. Alhamdulillah semua aman, terkendali dan Dek Adam tetap ceria!

Dan yang paling penting, ia tidak pernah menangis ketika hendak BAK !

Apakah ada yang pernah mengkhitan buah hati sebelum setahun?

Advertisements

3 thoughts on “Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

  1. Pingback: Dek Adam dan Suplemen Zat Besi | Every Family Has A Story

  2. Pingback: Mencari Pola Makan Yang PAS Untuk Dek Adam | Every Family Has A Story

  3. Pingback: Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi | Every Family Has A Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s