Dek Adam Dan Suplemen Zat Besi

​​Seperti yang telah saya kemukakan panjang lebar di sini, bahwa Dek Adam mengalami penurunan kenaikan Berat Badan (BB) cukup lumayan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sebulan sebelum khitan (Dek Adam 6bulan, baru banget MPASI nih) saya pernah meminta untuk tes darah khusus zat besi Dek Adam ke dokter anak. Dokter belum setuju, alasannya penurunan ini masih bisa dibilang wajar, karena semakin besar, gerak bayi akan semakin aktif. Hal ini yang membuat sebagian makanan bayi digunakan untuk tenaga beraktivitas.

Saya bertanya ke dsa, “Dokter, Dek Adam kan alerginya cukup lumayan dok, dan dia Full ASI selama 6bulan tanpa tambahan susu lain. Terus, saya tidak makan turunan susu, telur, ayam selama 6 bulan ini. Dek Adam juga hanya komsumsi daging sapi dan ikan tawar sebagai protein hewaninya. Gimana menurut dokter?”


Beliau menjelaskan “Jadi begini Bu, lebih baik pemeriksaan zat besinya di umur 9bulan karena di umur baru mau 7bulan ini masih blur hasilnya. Sekalian kita evaluasi MPASInya. Kalau memang kurang, kita beri suplementasi zat besi”


Continue reading

Mengkhitankan Anak Di Bawah Umur Satu Tahun

Helo helo helo!

Tidak sengaja kemarin saya diingatkan salah satu akun sosmed saya –yang lambangnya huruf P itu, bahwa setahun yang lalu saya dan suami memutuskan untuk mengkhitankan Dek Adam. Saat itu Dek Adam berusia sekitar 7bulan. Sebenarnya khitan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan indikasi medis.

Menginjak usia 4bulan, saya menyadari ada sesuatu yang janggal : Dek Adam selalu menangis ketika hendak buang air kecil (BAK), HENDAK ya, bukan SETELAH. Kalau setelah BAK lalu bayi nangis mungkin wajar karena basah, namun kalau sebelumnya? 

  Continue reading