Tags

, , , ,

Seserahan adalah salah satu adat Jawa dimana mempelai pria membelikan keperluan wanita dari bangun tidur hingga mau tidur lagi. Biasanya seserahan ini diberikan saat lamaran, malam midodareni, atau pun saat akad nikah. Sebagai calon mempelai wanita yang baik dan menuruti adat, saya juga merasakan yang namanya hunting seserahan. Hehe

Sebelum membeli keperluan seserahan, saya mempelajari apa aja sih yang dibeli saat seserahan. Saya pun bertanya kepada Papa, Mama, teman yang sudah menikah dan browsing internet. Sampai sekarang sudah ada beberapa kresek belanjaan yang memenuhi kamar saya. Sengaja belanja di Surabaya saat bulan Mei (banyak diskonan euy!). Calon suami (mas Singgih) juga turut menemani dalam belanja, karena kadang kita beda selera, dan Mas nya memang sengaja datang untuk hunting seserahan serta hadir dalam tunangan kakak saya.
Ini dia list seserahan yang diburu :

Alat make up dan body care

Hampir semua barang ini merupakan produk Wardah. Saya memang pengguna setia Wardah sejak awal 2012. Saya tidak banyak berkompromi dengan Mas singgih untuk pembelian ini karena cocok cocokan sesuai apa yang biasa saya pakai. Hanya saja untuk pemilihan body care beraroma, saya dan Mas Singgih saling memberikan opini. Beberapa barang yang (sudah dan ingin) saya beli meliputi :

  • Perawatan wajah : Ligthening facial wash, lightening facial scrub, lightening mask, peeling cream, lightening day cream step 2, lightening night cream step 2, sunscreen SPF 30, lip balm strawberry (all Wardah)
  • Perawatan tubuh : body lotion – body mist (shine), body scrub, body butter (rose), roll on for her (all Wardah)
  • Make up : foundation, two way cake lightening, eye shadow, lipstick (Wardah). Eyeliner hitam, Eyeliner putih, Mascara (Maybelline)
  • Hair treatment (belum terbeli) : Shampoo, Cem ceman, Hair tonic, Conditioner (all Mustika Ratu), Hair Vitamin.

Sepatu dan Tas

We love shoes, and I love bags. Hehe. Sepatu dan tas menjadi dua hal yang asyik saat membeli. Sebenarnya kami memiliki selera yang tidak jauh beda dan sudah saling paham satu sama lain, jadi kami tidak lama dalam menentukan barang yang dibeli.  Jika ada satu rak besar isi sepatu atau tas, biasanya mata kami melihat barang yang sama. Dalam hal seserahan ini, saya lebih banyak memilih, dia meng-acc. Alhasil ini yang kami beli :

  • Tas : Clutch bag buat pesta, satu tas kerja, satu tas jalan jalan. (All  Elizabeth). Dia tahu saya suka tas, maka dari itu dia menambahkan satu extra bag diluar list saya. Semua dibeli di Elizabeth Gubeng.
  • Sepatu : Gold high heels (Fladeo-12cm)  untuk akad dan resepsi nikah nanti, maklum beda tinggi kami hampir 25cm, demi foto yang cantik lah yaah. Wedges (Cardinal-3cm) untuk kerja. Keduanya  dibeli di Matahari Tunjungan Plaza

Perhiasan

Sebenarnya saya tidak terlalu ingin memakai perhiasan saat lamaran, lebih baik untuk mas kawin saja. Namun Mas Singgih ingin ada penanda bahwa saya telah dilamar. Karena saya mengenakan jilbab, maka cincin menjadi incaran kami.

Pencarian cincin cukup menguras waktu dan tenaga. Pasalnya, jari saya agak gundek, hehehe, dan selera kami berbeda. Saya lebih suka model beraksen memanjang seperti daun dengan hiasan mata, sedangkan mas Singgih lebih suka simple tanpa banyak mata. Saya ingin emas putih, namun mas Singgih berpendapat saya lebih cantik dengan emas kuning. Belum lagi jari gundek ini juga membuat keputusan kami tak kunjung menemukan cincin yang pas.

Setelah berputar hampir semua toko emas di BG junction, kami akhirnya menemukan satu cincin yang mengkahiri pencarian yang memakan waktu sekitar 1.5 jam ini. Kami jatuh cinta dengan cincin simple berbentuk lengkung dihiasi sedikit mata. Cincin ini satu-satunya yang kami sama-sama suka dan sangat cantik di jari saya. Beratnya sekitar 1.65 gram, 75% emas kuning. Oh ya, memang BG Junction memiliki banyak toko perhiasan, namun untuk opsi model cincin emas kuning 75%  tidak sebanyak emas putih, yang paling banyak hanya berkadar 70% atau 40% saja. Akhirnya kami menemukan satu toko yang (tampaknya) paling banyak menjual cincin emas kuning 75%, yaitu di Toko Siola.

Toko Siola (Tidak di lantai yang sama dengan kebanyakan toko emas)
BG Junction, Lobby Level, C16 – C23
031 5347 607 Surabaya

 

Ternyata dari jam 10.00 hingga 17.00, kami (hanya) dapat membeli tiga kelompok barang diatas, makan siang di hokben TP dan nonton Godzilla. Huff.. Karena mas Singgih harus segera kembali ke Jakarta, mungkin nanti saya belanja sendiri, namun kami sepakat untuk belanja baju serta jilbab di Bandung. Untuk barang lainnya, mas Singgih mempercayakan saya untuk menggunakan kartu kreditnya selama di Surabaya.

Saat dia memberikan kartunya, saya bilang  “eh iya Mas, nanti pas beli cincin nikah jangan pakai kartu kredit lo…”, ia menjawab “kenapa, dek?” lalu saya jawab lagi “ya nanti pas akad… Saya terima nikahnyaa…..dibayar KREDIT!!!!”

Hahahaa. Kami pun tertawa bersama. Entah kenapa mas Singgih tertawa (sangat) terbahak bahak, padahal ya gak lucu lucu amat. Akhirnya kami pun pulang ke rumah di Rewwin. Matahari senja menemani kami dalam perjalanan pulang…