Tags

, ,

Alhamdulillah, akhirnya hari sakral untuk kami berdua (dan keluarga pastinya) telah ditetapkan. Tidak terlalu sulit untuk memutuskan tanggal tersebut, yang jelas harus sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga. Baik keluarga saya dan calon (Mas Singgih) tidak mengharuskan melakukan perhitungan “hari baik menurut Jawa”, hanya saja ada beberapa rambu rambu yang harus dihormati oleh kedua belah pihak. Hal yang harus diperhatikan antara lain :

a) Oca sudah lulus S2, artinya Oca sudah tidak memiliki tanggungan kuliah. Alhamdulillah, Januari 2014 sidang, dan April 2014 wisuda.
b) Bukan Jumat legi atau Minggu Kliwon, karena dua hari tersebut dulunya merupakan hari dimana ada kerabat yang meninggal.
c) Bukan saat Mas Singgih training ke London atau tugas lapangan di Papua. Jelasnya karena tak mungkin menikah tanpa mempelai pria😛
d) Di hari Sabtu atau Minggu.
e) Ada gedung kosong pastinya😛

Kami bersepakat untuk memilih gedung sebagai tempat menikah dan resepsi, alasannya satu, ga pingin repot. Karena biasanya jika mengadakan acara di rumah, banyak sekali tamu yang datang di luar jam acara. Untuk meminimalisir kedatangan tamu di luar jam acara dan memberikan waktu luang keluarga agar tidak terlalu lelah pasca acara, kami pun deal untuk menggunakan gedung.

Pertemuan keluarga untuk memilih hari pernikahan dilakukan di akhir bulan Maret. Dengan berbekal kalender (yang ada hari Jawanya), kami ramai ramai melingkari satu per satu tanggalan penting. InshaaAlloh tahun ini kakak saya (mas Ido) akan melangsungkan tunangan (sudah fixed tanggalnya), jadi semuanya harus dipersiapkan sebaik mungkin mengingat keluarga akan sangat sibuk.

Beberapa momen penting yang telah ditandai adalah :
a) Minggu, 18 Mei 2014 : Tunangan Mas Ido
b) Sabtu, 7 Juni 2014 : Lamaran saya
c) Pasca Lebaran : Akad nikah dan resepsi.

Alhamdulillah… Semua lega ketika kesepakatan mengenai tanggal penting telah tercapai. Saya dan Mas Singgih saling melirik, seakan sama sama bergumam “fiuuuuuuuuuuhh!”

Kami berdua (khususnya saya) merasa lega, setelah lebih dari setahun berkenalan, akhirnya jalan menuju pelaminan semakin terasa lapang. Mohon doanya yah🙂