Terdampar. Cukup pas untuk menggambarkan kondisi saya yang melakukan lompat jauh nan indah saat melanjutkan kuliah. Kalau biasanya statistisi memilih Teknik Industri sebagai sekolah lanjutannya, saya agak anti mainstream dengan memilih jurusan yang cewek banget yaitu……… Magister TEKNIK PERMINYAKAN (alias TM) ITB. Iya, PERMINYAKAN!

Dengan mengantongi beasiswa TOTAL E&P INDONESIE  untuk kuliah di S2 TM ITB, bukan berarti saya ngerti banget tentang perminyakan. Bahkan sebaliknya, saya tidak tahu menahu alias nol putul tentang dunia yang membuat silau sebagian orang hingga banyak yang menimbun minyak di perutnya (eh itu lemak ya?)

Seketika mendapat kepastian untuk kembali ke bangku kuliah di Juli 2012,  “Alhamdulillah” jadi satu satunya kalimat yang dapat terucap dari lubuk hati terdalam.  Dan di saat yang sama, kepala terasa berat karena tidak ada bayangan mengenai kuliahnya… serius, mendadak hampir pingsan!

* * *

Di salah satu sudut kota Bandung, seorang mahasiswa asal Solo, sebut saja namanya Singgih, sibuk menata kehidupannya pasca menjadi wisudawan Sarjana Teknik Perminyakan bulan Juli 2012. Di kala teman seangkatan sibuk melamar perusahaan sana sini, ia memilih mengambil beasiswa Fast Track (Sarjana-Magister lima tahun) di jurusan yang sama. “Mau jadi dosen”, gitu, katanya…..

Perjalanan di Bandung telah ia lewati dengan banyak cerita manis pahit kehidupan. Susahnya Tahun Pertama Bersama (TPB), perjuangan memasuki jurusan Teknik Perminyakan, banyaknya asistensi-ujian-praktikum, riweuhnya organisasi, hingga masalah hati!

 * * *

Juli 2012 sama sama menjadi awal bagi saya dan Mas Singgih, dan tidak terasa sudah lebih dari setahun kami berkenalan.. Kami berdua pun memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius : marriage :)