Tags

, , , , ,

Berangkat nekat berempat : Dua jam Menapaki Tingginya Alam

Bermodalkan dua motor, kami pun menikmati perjalanan berangkat ke Kawah Putih dan Telaga Situ Patengan. Alhamdulillah cuaca sedang cerah cerahnya.

Tips yaa buat yang mau kesini saat musim hujan : BERANGKAT sepagi mungkin. Karena Bandung sedang dilanda mendung mesra bin hujan tak terkira. Sekali hujan, bisa awet, banget. Akhirnya kami pun berangkat jam 06.00 pagi daerah ITB dengan membawa bekal sebuah GPS dari Galaxy Tab, maklum tidak ada satu pun dari kita yang hafal jalan kesana.

Dua jam di atas motor bukan lah hal yang asik jika dihabiskan dengan berdiam diri, bisa jadi malah yang dibonceng jadi mengantuk. Tips lagi yaaa : SERING-SERING ngobrol sama yang nyetir. Kalau ndak bisa mati bosan selama perjalanan.

Alhamdulillah, setelah dua jam pake sedikit sasar menyasar, kami pun sampai di Gerbang Kawah Putih sekitar pukul 08.00 lebih dikit. Perjalanan ke Gerbang Kawah Putih cukup menegangkan, Qmengingat banyak belok-belokan dan jalannya menapak.

Sesampainya disana, kami sarapan dulu, 3 porsi nasi ayam bakar dan seporsi mie bakso plus minuman hangat masuk dengan nikmatnya ke perut kami yang sudah lapar itu.

Menurut info pemilik warung, kalau sudah jam 12an, biasanya sudah mulai hujan, hingga sore, hampir setiap hari sejak musim hujan tiba. So guys, prepare yourself ya😀

Kami pun melanjutkan perjalanan, maklum masih butuh sekitar 15 menit dari Gerbang Wisata ke Kawah Putihnya. Namun ternyata, per Desember 2011, untuk naik ke Kawahnya, sudah tidak boleh naik motor, harus naik angkutan umum yang disediakan pihak pengelola.

Karena mengira butuh waktu lama untuk antri kendaraan (angkutan akan naik jika sudah penuh, kira-kira 13 orang), kami pun memutuskan untuk ke Telaga Situ Patengan, yang masih naik (ke arah lain) 15 menit lagi dari Gerbang Kawah Putih.

Telanga Situ Patengan : Wisata Perjalanan Indah ke Telaga Penuh Cinta

Telaga ini terletak di tempat yang lebih tinggi dari Gerbang Kawah Putih, masih butuh sekitar 15 menit untuk mencapainya. Selama perjalanan naik, terhampar pemandangan kebun teh yang bisa dinikmati. Cantik!

Ini pemandangan selama naik ke telaga


Kebun teh


MAs singgih dan Mbak Teh di Kebun Ocha

Sesampainya di Telaga, kami berempat disuguhkan pemandangan indah. Sebuah telaga dimana di tengahnya ada pulau cinta. Konon katanya, tempat itu merupakan pertemuan dua sejoli. Ahhh! Hahaha so romantic lah ya! Kami pun sempat memotret pemandangannya.

Telaga bertemunya dua sejoli! romantis.


Mas Singgi di telaga


Saya dan TElaga

Kawah Putih Ciwidey : Ketika Kabut Membuat Cantik!

Setelah puas di Telaga, kami pun turun, kembali ke Kawah Putih. Kami naik angkutan yang disediakan, untuk harganya 15.000/orang (tiket masuk) + 10.000/orang (jasa angkutan pulang pergi) + tiket parkir di Gerbang (jika bawa kendaraan). Total habis 110.000 untuk 4 orang. Cukup murah menurut saya, karena sistem yang diterapkan cukup rapi.

Perjalanan naik ke Kawah Putih cukup menegangkan, kebetulan tampaknya sopir angkutan kami termasuk pecinta balap. Hahaha, berasa naik roller coaster! Namun aman, insyaAlloh. Sesampainya di sanaaaa, subhanalloh, CANTIK !

Kawah Putih Ciwidey

Oh ya disini sangat dingin kawan. Jangan lupa membawa jaket (dan masker jika perlu) sebagai pelindung diri. Kami pun menghabiskan waktu untuk berfoto-foto ria dari jam 10 hingga 11.30 an. PUAS!

Cantik


Couple!


happy for us


Are they couple?😛


KAMI BEREMPAT🙂

Tips Penting saat Liburan : JANGAN LUPA WAKTU YA!

Selain jangan lupa bawa jaket, masker, dan jas hujan, yang perlu dicatat adalah : JANGAN LUPA WAKTU!
Saking asyiknya menikmati pemandangan, kami pun harus membayarnya dengan ngebut pulang ke bandung kota karena kakak dan sang pacar harus naik kereta ke Jakarta pukul 14.30! Jadi jangan mepet-mepet yaa pulang dari wisatanya!

SEE! Liburan yang mengasyikkan kan :D?