Tags

, , ,

Pindah ke Bandung merupakan suatu momen menyenangkan sekaligus mengharukan bagiku. Jelas bahwa aku akan hidup sendiri disana, belajar, sekolah, dan pulang dengan gelar Magister. Sebuah tanggung jawab yang cukup ampuh membuat bahu ini terasa ngilu membayangkan semuanya.

Memang baru ke Bandung tanggal 25 Agustus, namun 14 Agustus saya harus ke Jakarta, dan 17 Agustus akan mudik.. Sepulang mudik pun, saya langsung cabut ke Bandung tanpa kembali menginjakkan kaki ke Surabaya. Rencana terdekat ke Surabaya adalah WISUDA 105.

Quality Time menjadi hal yang sangat penting. Every each moment before leaving for Bandung is very precious. Beberapa hari belakangan ini aku sengaja menghabiskan waktu bersama teman-teman, khususnya teman-teman terdekat. Windy, Yulia, Cici, Berty, Rahmi, Nana, dan teman-teman lainnya. Sayang sekali belum sempat bermain bersama Sulis, Mimi, Anisa, Tantri, dan Una. Waktu memang sangat sempit kala itu. Dan Alhamdulillah sempat mengobrol ringan bersama pacar, Alfin.

Banyak teman teman yang saya tinggalkan…
Civitas akademika ITS..
Semua elemen jurusan Statistika…
Dosen, mahasiswa, kakak kelas, adik kelas..
HIMASTA-ITS dan punggawanya..
Teman-teman yang aktif di ranah Keilmiahan ITS…
Teman-teman seperjuangan di Progresif dan Bersahabat..
Teman-teman Pustaka Merah Putih..
Teman teman Sastra Inggris Univ. Airlangga..
Belum lagi lain lain lain lainnya yang gabisa disebutin satu per satu..

Sebenarnya rasa takut ini sangat besar,
takut sendiri,
takut ga bisa ini-itu,
hingga takut tidak dapat menemukan teman seperti mereka..
dan ketakutan itu sangat nyata..

Namun Alhamdulillah ada keluarga, pacar, sahabat, dan teman-teman yang membesarkan hati ini. Mungkin berlebihan jika merasa sangat takut, namun perasaan tak dapat diingkari…

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kuakan mengerti

(sherina, Lihat Lebih Dekat)