Tags

, , , , , , , , ,

Yuhuuuuuuuuuu… Selain cerita tentang ziarah di sekitar Masjid Nabawi, banyak cerita yang bisa jadi oleh oleh tentang Madinah. Beranjak keluar wilayah masjid, petualangan menapaki jejak Nabi pun bisa dimulai dari Masjid Quba hingga masjid Qiblatain..

 

Pahala Setara Umroh Jika Shalat di Masjid Quba

Masjid Quba adalah target kunjungan pertama kami. Masjid ini merupakan Masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi dan para sahabatnya, yaitu ketika beliau singgah di Quba dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Masjid ini dinamakan Quba karena terletak di kampung yang bernama Quba yang berjarak sekitar 4km sebelah selatan Masjid Nabawi dan sekarang sudah termasuk kota Madinah. Selain merupakan Masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi dan sahabat, Masjid Quba memiliki keutamaan lain yaitu pahala bagi umat yang sholat di dalamnya.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Siapapun yang bersuci (mandi atau wudlu) di tempat tinggalnya lalu datang ke Quba’ dan shalat (shalat apa saja) di Masjid Quba bagi dia adalah pahala Umroh”

Masjid ini sudah berkali kali diperluas, dahulu kala Masjid ini adalah sebidang tanah milik Kaltsum bin Al-Hadm yang biasa digunakan untuk menjemur kurma. Selain besar, Masjid ini terbuat dari batu granit dan marmer anti panas. Di bagian tenaghnya terdapat tenda raksasa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis. Keistimewaan lain Masjid ini adalah apa yang dilakukan Nabi, yaitu hampir setiap hari Sabtu Nabi sengaja datang ke Masjid ini untuk sholat.

 

Pasar Perkebunan Kurma

Kurma, siapa sih yang tidak mengenali buah satu ini? Tanah Madinah merupakan tanah yang subur bagi pertumbuhan kurma. Tak heran jika kurma menjadi komoditas yang ramai pasarannya.

Pada tahun 1982 dibangunlah sebuah pasar khusus kurma yang berjarak sekitar 600m sebelah selatan Masjid Nabawi. Di pasar ini dapat ditemukan 26 macam kurma dan anda boleh mencicipi sesuka hati. Harganya pun boleh ditawar loo. Tempat ini merupakan salah satu jujugan wajib para jamaah umroh maupun haji, minimal untuk melihat pohon kurma ataupun membeli oleh-oleh.

 

Percetakan Al Quran

Tempat percetakan AlQuran ini bernama King Fahd Holy ALQuran Printing Complex. Kompleks yang terletak sekitar 10km barat laut masjid Nabawi ini didirikan dengan tujuan untuk menyediakan kitab suci Al Quran dengan cara mencetaknya secara baik dan benar. Percetakan ini bisa menghasilkan 8 juta alQuran tiap tahunnya.

Bagi pengunjung laki-laki, berhak masuk dan mendapatkan satu alQuran secara gratis sebagai kenang-kenangan. Bagi laki-laki yang tampak muda akan diberi AlQuran berukuran standar, namun jika sudah tua akan diberi yang ukuran lebih besar.

Disini pengunjung bisa membeli AlQuran dan jika mau juga bisa mewakafkan untuk di Masjid Al Haram Mekkah atau pun Nabawi Madinah. Sehingga contoh hasil cetakan tempat ini banyak dijumpai di kedua masjid tersebut.

 

Jabal Uhud

Jabal Uhud merupakan sekelompok gunung yang ada di Madinah dan tidak bersambungan dengan gunung lain dimana rata-rata gunung di Madinah itu saling menyambung, karena itu disebut Jabal Uhud yang artinya Gunung yang menyendiri. Gunung ini disebut Nabi sebagai salah satu gunung yang akan berada di surga suatu saat nanti.

Gunung ini terletak di Utara MAsjid Nabawi sekitar 6km, tingginga 1050m dan panjangnya 7km. Gunung Uhud terdiri dari batu antara lain granit, marmer merah dan batu mulia.

Gunung ini memiliki sejarah penting karena Nabi Musa dan Nabi Harun pernah naik ke gunung ini untuk melihat tempat tinggal Nabi akhir zaman. Selain itu Nabi HArun juga dimakamkan di salah satu tebing di sini, hingga tebing tersebut dinamakan tebing Nabi Harun.

Peristiwa penting lainnya adalah Gunung ini adalah tempat terjadinya perang Nabi dan sahabatnya melawn orang-orang Mekkah yang menyerbu Madinah, yap, perang Uhud.

 

Masjid Qiblatain, Masjid Dua Kiblat

Di sebelah barat laut Masjid Nabawi sekitar 4km terdapat masjid bermenara dua, berwarna putih, cantik dan anggun, yaaa itu adalah Masjid Qiblatain.

Lho kok Qiblatain? Bukannya Qiblatain itu artinya 2 kiblat? Saat NAbi Muhammad tinggal di Madinah, beliau berkunjung ke rumah Ny.Umi Basyar di kampong Bani Salamah untuk bertakziah atas wafatnya salah seorang anak nyonya tersebut.

Kehadiran Nabi disambut baik, dan Nabi menjadi imam shalat dhuhur disana, sehingga seluruh sahabatnya ikut menjadi jamaahnya. Namun ketika mendapat dua rakaat, turunlah perintah Allah agar pada saat itu juga Nabi menghadap ke Mekkah (Ka’Bah) padahal ketika itu Nabi masih menghadap Baitul MAqdis (Masjid Aqsa, Palestina). Praktis Nabi melakukan balik kanan (180 derajat) dan para makmumnya jalan memutar agar tetap di belakang Nabi. Jadi saat itu dalam satu shalat, nabi dan makmumnya menghadap dua Kiblat.

Kemudian rumah itu akan dibeli masyarakat sekitar untuk dijadikan masjid, namun pemiliknya (Ny. Umi Basyar) menghibahkan rumah tersebut untuk dijadikan masjid. Akhirnya masjid tersebut diberi nama MAsjid Qiblatain (MAsjid Dua Kiblat)

 

Bagus ya ceritanya? Cerita ini saya dapat dari muthawif, alias guide dan buku yang pernah saya baca. Namun pada saat ke daerah masjid Qiblatain, saya hanya lewat, hingga tidak punya dokumentasi berfoto bersama masjid tersebut

Ini dia penampakansaya sekeluarga saat ziarah di MAdinah :

This slideshow requires JavaScript.