Bismillahirohmanirrohim…

Assalamualaykum…

 

Ya Rabb,

Malam ini datang kembali mengiringi keinginan hati untuk bersua dengan-Mu. Terkadang inginku terus begini, dini hari yang sunyi membawaku dalam romantisme kepasrahan diri menemui-Mu. Tak ada yang bisa kuucapkan lebih, hanya sekedar mengungkapkan isi hati dengan suara lirih. Kuurai satu persatu maksud hatiku, meletakkan semua keputusan-Mu di sisi paling atas dari logika dan nuraniku.

Bagaikan sebuah daun yang menunggu angin membawanya. Entah bertahan, pergi menepi atau pun jatuh.

 

Ya Rabb,

Beribu kali kupanjatkan rasa syukur atas apa yang ada di sekitarku saat ini, namun tak luput kuingat berjuta kali kumerasa merana dan tak adil atas pilihan jalan-Mu. Maafkan aku yang menduakan-Mu hingga aku lupa akan siapa pembentuk diriku. Sering aku meninggalkan-Mu ketika aku terjerumus dalam kesenangan waktu senggang. Kadang aku merasa marah kepada-Mu ketika aku harus menanggung sakit. Namun akhirnya aku malu pada-Mu yang menyiakan kesehatanku sendiri..

Maafkan aku..

 

Ya Alloh,

Kegelisahan hati akan apa yang tertambat dalam diri telah kutuliskan dalam surat doaku pada-Mu.. dan agaknya keraguan ini terjawab sudah. Sedikit banyak cahaya itu menghampiriku perlahan, menerangi kegelapan sudut dalam yang selama ini aku takutkan. Aku merasa membaca pesan dari-Mu lewat mereka yang di sekitarku. Mereka mungkin bercerita mengenai keinginan-Mu terhadapku. Mereka menasihatiku dengan sangat hebat, bak sedang melihat parade duniawi di atas panggung, aku seakan mengerti makna tersirat di balik dialog mereka. Apakah memang itu skenario-Mu?

 

Ya Alloh,

Aku tahu banyak cara yang bisa Kau gunakan untuk menuntun umat-Mu. Segala tanda itu telah terwakili dengan tanya baru dalam kalbu, akan kugali semua kemungkinan jawaban itu. Jika memang ambiguitas duniawi ini harus kujalani, akan kumainkan lakon dramaku dengan sangat cantik, insyaAlloh…

 

 

Jakarta, 2 April 2012