Assalamualaykum, hati..
Entah kenapa tiada hari rasanya tanpa menyapa ia di seberang sana..
Jarak kami yang tidak jauh, pun tidak sering bertemu, berhasil membuatmu mendesir berkata rindu..
Selalu ingin berada di dekatnya, bersamanya..
Meski belum ada seratus hari, namun rasanya telah sering bersatu sejak lama..
Itu kah yang kamu rasakan?

Mata, otak, dan tangan ini tiada lagi bisa berjalan bersamaan ketika kau terkena akibat virus merah jambu ini..
Ingin sekali sehari saja tidak memanggilnya dengan cinta atau pun kasih, namun mengapa masih saja kau tak rela?

Namun kenapa sekarang kau didera ketakutan?
Ketakutan untuk sakit hati lagi?
Atau ketakutan rasa ini hanya sementara, hanya manis di awal saja?
Bukan kah kau sudah memantapkan langkah?

(To be continued)