Tags

, , , , , , , ,

Belum peluh hilang karena perjalanan Surabaya-Malang-Surabaya dalam sehari, eeh ternyata masih harus dihadapkan dengan suasana tegang bersama pak polisi..

Begini ceritanya…

Tadi sepulang dari kampus, Oca (O) dibonceng Una (U) menuju rumah.. Kami berdua saat itu mengendarai motor Mio matic -yang STNK nya hilang-. Karena lalu lintas sepi, motorpun dipacu dengan semangat. Ketika hendak melewati satu lampu merah, agaknya kami sedikit ceroboh, yaitu tetap lewaaat saja.. Dan apesnya, ada pakpolisi di seberang sana..

P : hayoo nerabasss..

U : tadi benernya masih hijau pak.. Hehe langsungan deh..

O : *mikir : wah tilang nih*

P : sini sini mbak, matikan dulu motornya.. Mbak, tolong tunjukkan sim stnk..

Una mengambil SIM dan surat kehilangan STNK, tampak sekali wajahnya deg degan, saya pun sok sokan tenang menghadapi pak polisi..

O : ini pak, tapi pake surat kehilangan stnk ya, teman saya kehilangan dompet..

P : lho ini surat kehilangannya udah kadaluwarsa..

U : ndak kok pak, itu udah diperpanjang.. Kemarin belum bisa mengurus karena nenek saya sakit..

O : Oh iya maaf pak, tadi ga sengaja nrabas lampu merah..

P : tilang ya.. Saya tahan SIMnya.. Ini sim siapa?

O : iya pak.. ya SIM temen saya, lha wong dia yang nyetir..

P : *siap2 nulis di form merah*

O : pak maaf sebelumnya, kok ga yang form biru biru?
(Saya pernah membaca, apabila kita menerima kesalahan -tidak berdebat- kita berhak meminta form biru)

P : kamu ini… kata siapa form biru lebih enak ?

O : setahu saya nih ya pak, harusnya form biru, kan saya juga uda mengaku salah..

P : gini ya mbak, kalau pake form biru itu ribet.. Mbak harus membayar di BRI.. Terus harus bayar 100.000.. Nanti bukti bayarnya dituker sama SIM.. Kalau bayar sekarang, yaa setengahnya saja..

O : oh iya pak, gapapa.. Biru aja.. Membantu kas negara lah..

P : mbak ini mahasiswa?

O : iya pak, saya kuliah di ITS..

P : mau kemana ini?

O : teman saya mau antar saya ke rewwin..

*ngasih Surat kehilangan + SIM ke una..*

P : lho mbaknya, nunggu apa?

O : surat tilang pak..

P : wis langsungan aja, hati2, jangan diulangi lagi..

O : eh? Hehe gitu ya pak.. Tidak jadi ditilang nih? Oke pak, terima kasih! Assalamualaykum!๐Ÿ˜€

*melenggang pulang dengan lebih tenang (dan hati-hati)*

Sedikit penjelasan, kenapa form biru

Mengutip penjelasan teman dari berbagai sumber, Ketika ditilang, sebenarnya ada dua pilihan untuk pengendara yg melanggar, surat biru dan surat merah.

Surat biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim). Dengan surat ini pengendara tinggal bayar denda di rekening BRI yg bersangkutan, bisa langsung ke bank, bisa juga lewat ATM, max 1×24 jam. Setelah bayar denda resmi ke BRI, menyerahkan bukti pembayaran ke Polsek terdekat dg lokasi tilang sekaligus mengambil SIM atau STNK yang disita.

Surat merah artinya pengendara tidak terima atas kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di Pengadilan Negeri bersangkutan. Pada akhirnya ada proses pembayaran denda di persidangan tersebut.

Pada dasarnya ketika memang melanggar peraturan, kita wajib menjalani proses sanksi-nya, tapi kita berhak untuk memilih jalan peyelesaiannya. Poin terpentingnya, JAUH LEBIH BAIK ketika ditilang, kita membayar denda pada negara, bukan pada kantong pribadi Polisi tersebut..

Pengalaman ini ditulis untuk berbagi cerita, tidak untuk dicontoh, toh lebih baik TIDAK KETILANG, kan?๐Ÿ˜‰

So, ayuk mengemudi dengan aman dan taati peraturan ;D