Tags

, , , , , , , , , ,

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah merupakan salah satu masa orientasi yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru ITS. PKTI ini dikonsep oleh masing masing himpunan jurusan dengan memperhatikan konten acara yang telah distandarkan dan diumumkan dalam forum ilmiah (forum kadept Ristek maupun departemen serupa yang menaungi keilmiahan) BEM ITS.

Untuk kesempatan tahun ini, tahun ke empat saya di ITS, ternyata masih payu  juga untuk mengisi materi di beberapa himpunan yang mengadakan acara PKTI. Di akhir nopember dan awal desember ini, saya mengisi di 2 tempat yang berbeda dengan materi yang sama, yakni : Sistematika Penulisan. Yang menarik dari mengisi materi ini adalah saya mengisi materi yang sama di dua tempat yang berbeda, sangat jauuuhhh berbeda. Keduanya adalah di Jurusan Statistika dan D3 Teknik Mesin ITS.
Nah loh..

BEDA BANGET..

Ditinjau dari lokasi, satu di kampus kota, dan satunya di kampus *ehem* desa. D3 Teknik mesin terletak di bagian depan kampus ITS, dekat Grha, tak heran kalau memang kampus ini agak “asing” bagi saya, lha kampus saya terletak di dalam ITS. Perbedaan lokasi ini membuat saya prepare lebih, takut aja gituh saya telat karena nyasar atau salah tempat parkir.

Ditinjau dari partisipasi saya. Di statistika, kegiatan PKTI 2011 adalah keempat kalinya saya turut campur dalam kegiatan berbau ilmiah ini. Tahun 2008 saya menjadi mahasiswa baru, 2009 jadi panitia-dan pembicara dadakan, 2010 tetap setia karena saat itu menjabat di Sekretaris Departemen Keilmiaha, dan AKHIRNYA 2011, saya menjadi pembicara resmi di rumah sendiri.. Dan Di D3 Teknik Mesin? Boro-boro jadi ini itu, jalan jalan kesana aja belum pernah..

Ini Perjalanan Dalam PKTI di Tahun Tahun Sebelumnya...

Berbagai perbedaan di kedua tempat ini membuat saya sedikit “berbeda”, berbagai trik yang saya pakai dari keragaman penggunaan slide, ice breaking, dan dandanan..

a)    Karakteristik Pesertanya Beda, Beda Tampilannya!

D3 Teknik Mesin VS Statistika, apa yang beda? JELAS PESERTANYA!

Agak kaget kala itu, kalau di statistika, diantara 50 mahasiswa, 15 nya adalah laki-laki.  Sebenarnya di jurusan lain memang dominan laki laki, tapi tampaknya D3 Teknik Mesin ini agak esktrim deh yaa. Seruangan yang isinya 100 lebih, ceweknya hanya di meja depan, Cuma 4 biji.. ckkckc.

Untung keadaan ini sudah saya prediksi sebelumnya. Saya menggunakan penampilan yang berbeda, baik penampilan fisik maupun materi.

Di statistika, saya memakai rok biru panjang dengan polkadot kecil kecil dipadu kemeja biru muda polos serta jilbab biru dongker polos, tak lupa kugantungkan kalung kayu cokelat dan bros kayu sebagai penghias jilbab. Sepatu wedges biru jins dan tas kecil berbahan anyaman berwarna cokelat juga saya pakai. Feminim? Iya. Feminim banget.

Padanan ini saya pilih karena cocok dengan peserta yang banyak wanitanya sehingga saya ingin membawa suasana ceria dan ramah.

Beda lagi di D3 Teknik Mesin…

Berhubung dominan peserta adalah laki laki, saya lebih memilih tampil sedikit formal. Padanan rok kain polos hitam, blouse panjang hitam bermotif garis abu vertical dengan tali di pinggang dan jilbab abu abu menjadi pilihanku. Bros kayu di bahu, sepatu fantovel dan tas “cewek” berwarna krem melengkapi penamplanku kala itu.

Kenapa harus formal? Ya karena mayoritas mereka adalah laki-laki.  Saya rasa mereka akan lebih menghargai dan menghormati saya karena tampilan yang “sangar” ini, bak ibu dosen.

Pakaian Formal, Pembawaan Ramah.. Pakaian Ceria, Pembawaan Sedikit Tegas..

Pakaian dan Materi adalah padu padan yang harus seimbang.  Saya tidak ingin terlihat terlalu kekanak kanakan, apalagi sangar. Ih males. Karena itu, saya sedikit banyak merubah tampilan slide dan cara membuka materi.

Saat di Statistika, materi saya bikin sedikit formal. Pembukaan slide diawali dengan suatu nasihat dimana peserta harus bersyukur karena bisa ikut pelatihan ini.. Selain itu background slide “welcome to PKTI” juga lebih formal dan tidak banyak animasi..

Beda dengan di D3MITS, agar suasana lebih cair, saya membuka materi dengan rules  serta slide “welcome” yang manis.

This slideshow requires JavaScript.

b)    Waktunya Beda, Triknya Beda..

Waktu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pembawaan saat member materi. Di Statistika, saya mengisi pagi, jam 9, dimana menjadi materi pertama hari itu. Pesertanya masih on fire, beda dengan di D3 Teknik mesin, saya mengisi pasca ISHOMA.. ckck.. waktu yang paling menantang, karena kala itu pasrti peserta ngantuk. Untuk mengatasinya, saya lebih ceria dan banyak guyon plus icebreaking di D3MITS. Beberapa video lucu menjadi salah satu penolong saya untuk membuat mata peserta melek dan focus, hehe.

c)    Fasilitasnya dan  Oleh2nya pun beda

Selain karakteristik dan waktu, fasilitas serta oleh oleh yang saya dapat juga berbeda. Saat di statistika, saya mengisi di kelas kecil, dimana ruangan tidak terlalu besar dan tanpa mikrofon pun saya bisa menjangkau seluruh peserta. Kalau di D3 teknik mesin, saya mengisi di ruang seminar dimana ruangan sangat luas, menggunakan meja besar bak pembicara hebat dan mikrofon yang suaranya sangat keras. Sehingga saya lebih suka berkeliling di D3MITS, tidak seperiti di statisika.

Sepulang dari pelatihan, sudah hal biasa kalau dapat banyak bingkisan. Asiik, selain sertifikat, jajanan, dan foto foto, saya juga dapat souvenir. Lumayan souvenir yang beragam bisa menambah koleksi penghias meja belajar di kosan😛

d)     Tapi InsyaAllah Sama sama bermanfaat, *aamiin

Meski banyak perbedaan baik segi penampilan hingga pembawaan, insyaAllah kedua materi sama sama bermanfaatnya. Keduanya sama sama didedikasikan untuk pengetahuan mahasiswa, kemajuan ITS dan kejayaan bangsa, *aamiin*

Sekian deeeh cerita masalah memberi materi di dua tempat tersebut, tunggu cerita berikutnyaaa yaaaaaaaaaaa😀