Tags

, , , , , , ,

Tim Progresif dan Bersahabat, Gerakan BIRU Untuk Kampus Tercinta!

Setidaknya kalimat tersebut cukup melambangkan kami, sekian puluh orang yang tergabung dalam tim Progresif dan Bersahabat (siapa saja kah kami? baca ini). Masuk secara mendalam, membagi banyak peranan penting untuk PEMIRA ITS (Pemilihan Umum Raya ITS), kami bergabung untuk mendukung seorang calon, calon nomer urut terakhir, nomer 2..

Kemenangan dalam sebuah pemilihan adalah konsekuensi logis dari adanya PEMIRA, namun pencerdasan KM ITS (Keluarga Mahasiswa ITS) menjadi goal utama kami..


Salah satu anggota Tim P & B bertutur ,“Kemenangan atas PEMIRA adalah sebuah hadiah atas pergerakan kita, sebuah pergerakan pembelajaran bagi mahasiswa ITS bahwa sudah saatnya kita berDAULAT di Negeri sendiri (KM ITS). ”,

Berangkat dengan BIRU,  kami berjuang membangunkan mahasiswa BIRU yang tertidur

Kami bergerak dari bawah benar benar memulai dari bawah. Saya hampir tak terlalu ingat bagaimana asal mulanya bergabung di tim ini, yang jelas melalui diskusi kecil dengan Mas Berto dan Rafsan, saya pun mengiyakannya. Tidak mudah untuk berjalan dengan minoritas.

Minoritas? Ya..

Dengan dasar pergerakan yang bebas dari kepentingan, golongan dan mahasiswa dengan embel-embel ormek sekaligus ada keinginan untuk memperkuat peranan BEM, kami pun bergerak bersama dengan lebih dari separuh mantan pimpinan ORMAWA dan beberapa jajarannya. Dan tidak kusangka gerakan yang harusnya BESAR karena BIRU malah dianggap memunculkan kotak minoritas baru dai KM ITS..

Dengan upaya keras kami pun membagi tim dalam banyak bidang, dari segi administrasi, mengurusi kampanye lisan – tulis, penggerakan masa, manajemen isu, hingga pencerdasan kepada adik adik kami. Banyak hal yang harus kami sematkan dalam pikiran mereka, setidaknya, ketika kami kalah maupun keluar dari kampus ini, api pergerakan tidak berhenti pada obor kami.. Kami berusaha membangkitkan semangat juang para mahasiswa ITS. Terlalu banyak omongan atau pun slentingan mengenai ORMAWA besar yang ada di KM ITS ini. Dan kami mengajak semua mahasiswa untuk membuka mata lebih lebar, lebih dalam..

Rapat hingga larut malam atau pun pagi bukan menjadi hal yang tabu. Meski saya wanita sekalipun yang terkadang sungkan rapat hingga malam, saya (dan beberapa rekan yang wanita) tetap setia dengan pergerakan ini. Tak sedikit kres masalah pendapat maupun miskomunikasi mengenai jobdescs, dan kami tetap melewatinya dengan teguh. Kami merumuskan gerakan sedetail mungkin, sangat berusaha menghindari kesalahan sekecil apapun. Banyak fobia muncul di benak kami tentang pergerakan ini, tapi.. toh ya sudah kadung basah, nyemplung pisan wes!

 

PEMIRA 2011…

Calon PresBEM kali ini hanya dua. Agaknya pemilihan kali ini akan berjalan heroik.. Pihak calon lawan menghabiskan lebih dari 2 juta untuk kampanye. Sedangkan kami? Berbekal urunan dari tim, kami menghemat sebisa mungkin dan mencari harga paling murah untuk setiap atribut kampanye, 800rb pun ludes untuk keperluan kampanye tulis.

Setelah lebih dari 6 kali kampanye lisan dan sekitar 2 minggu kampanye tulis, PEMIRA digelar 2 hari berturut turut. Malam perhitungan menjadi sangat mengerikan. Dan hasilnya?

Unggul dua puluh lima suara…

Namun itu milik lawan.

Kami kalah dalam pemungutan suara.

Rasa sakit tergores dalam dalam di benakku. Usaha keras rasanya tak berarti apa apa dengan kekalahan ini, apalagi hanya kalah 25 suara! DUA PULUH LIMA SUARA! Sebuah catatan baru bagi KM ITS, ini adalah jarak terkecil dari calon yang biasanya unggul telak.

Malam perhitungan begitu terasa lama bagiku, sesaat setelah diumumkan kekalahan menyakitkan itu, kami melayangkan sebuah protes. Dan akhirnya kami menunggu hingga pukul 3 pagi untuk sebuah keputusan, yaitu adanya gugatan dan sebagainya..

Gugatan?  Kami melayangkan sebuah gugatan terjadinya sebuah kecurangan di sebuah ditstrik. Pada awalnya aku takut bahwa tim kami akan dicitrakan akan haus sebuah kekuasaankarena kami mengajukan gugatan ke MKM. PADAHAL kami hanya mencoba untuk membongkar ketakutan kami hingga ke akar-akarnya. Dan setelah berbagai Upaya dan prosedur.. Pihak nomor 1 akhirnya ditetapkan sebagai pengganti pimpinan BEM sekarang, meski itu akhirnya diputuskan dengan musyawarah.

NAMUN Bagi Saya ini KEMENANGAN BESAR..

Bukan untuk menghibur diri toh  ya kenyataannya kami kalah di pemungutan suara. KAMI HANYA KALAH di pemungutan suara. Untuk suara KM ITS sebenarnya? Siapa tahu?

Margin perbedaan yang hanya 25 suara, atau tidak lebih dari 0.03% pemilih membuat kami yakin bahwa kami MENANG. Dengan ketimpangan yang terlihat sangat baik dari segi dana maupun sumber daya, sangat terlihat bahwa usaha kami membuahkan hasil. TIGA RIBU LEBIH mahasiswa ITS mempercayakan kami..

Progresif Bersahabat alias Gerakan Biru, Sebuah KELUARGA BARU,

adalah hadiah lain dari sebuah kerja sama selama waktu yang tak sebentar, jungkir balik, berpikir keras hingga berkumpul untuk mengobrol bersama. Tidak heran kalau satu dua orang nyeletuk kangen rapat atau pun ingin bertemu kembali pasca pemira. Kami sebelumnya hanya segelintir orang yang ingin membangun KM ITS pun akhirnya bergabung menjadi sebuah keluarga.

Bagi saya pribadi, tim ini adalah salah satu keluarga yang lucu sekali.. Mereka kompleks dan sangat heterogen. Berangkat dari banyak jurusan, kultur, hingga logat yang berbeda, namun disatukan dalam momen dan visi bersama. Mereka sangat detail dalam berpikir, runtut, sistematis, mencoba tepat deadline, mengerjakan hingga teknis, gak canggung turun langsung.. bahkan para (mantan) Kahima tersebut yang masangin spanduk kampanye haha.. Namun jangan salah.. Di balik semua kegarangan mereka ketika menjabat di periode sebelumnya, ternyata memiliki pribadi yang hangat dan menyenangkan…

Dan saya pun rindu masa masa itu..🙂

(Oca, 2011)

 

GERAKAN BIRU INI AKAN TERUS BERLANJUT..

Kekalahan di kala PEMIRA tak berarti apa apa.. kami pun akan terus bergerak, beregenerasi dan membangun ITS serta Indonesia, menuju yang LEBIH BAIK..😀