Hey readers..😀

Sebelum saya posting ini, sempet mikir gimana ya reaksi temen2 yang baca.
Karena.. biasanya sih, setiap saya habis memposting sebuah tulisan berbau bau virus, khususnya virus merah jambu,
hape saya harus siap rame.. Rame soalnya beberapa waktu kemudian akan ada sms/telp/pertanyaan/komentar yang gak jauh2 dari :

a) ca, sedang jatuh cinta?
B) ca, CLBK? *cinta lama bersemi kembali*

Atau versi lain

C) ca, CLBK??? *cinta lama belum kelar*

Dan ini nih versi remaja gaul,
D) iyyyyh oChaaAA, agyh agag galau yaAcH caa…

WHAT?
Sudah rek ya. SETOP! *STOP!!*

Ini bukan masalah sedang jatuh cinta, CLBK, atau pun galau.
Ini masalah cinta itu sendiri..

Well,
Bicara masalah cinta, yang katanya adalah hal absurd, saya juga mau bercerita. Mungkin nantinya ikut menambah keabsurdan itu sendiri..
Karena ini pendapat, jadi memang sedikit banyak terlahir karena pengalaman, hasil diskusi *halah,, curhat maksudku*, serta beberapa cerita sana sini dari kawan2 tercinta..
Note ini teruntuk ssemuaa kawaan2ku..

Kata orang entah siapa namanya : Jodoh ga bakal kemana

Nah ini dia..
Saya paling bingung sama kata2 ini. Memang semua sudah digariskan Oleh-Nya.
Jodoh ga bakal kemana, tapi kalau kita ga kemana – mana?
Terus lapo?
Ya menurutku gak bakal nemu laaahh..
Kalau memang gak mau kemana-mana, kunci diri di dalam kamar dan tunggu kematianmu datang.

Bagi saya, kalimat jodoh ga bakal kemana hanya berlaku bagi orang-orang yang telah berusaha untuk cintanya. Bukan orang yang hanya diam bahkan menutup mata ketika ia menyukai seseorang.

In my opinion, ketika kita benar-benar menyukai seseorang dan merasa ia memang untuk kita, yaa jangan lepaskan dia. Jangan terlalu percaya bahwa melepaskan dia demi (apa yang ga jelas disebut) kebaikannya berarti kita benar-benar mencintai. Ini bukan sedang bermain game yang ada pilihan mengalah yaaa. Berjuanglah.

Eh eh eh..
Bukan berarti mengajarkan agresif, no no no.

Apalagi saya mengerti bahwa wanita -yang memang lebih banyak terkesan ditakdirkan buat menunggu- akan terlihat aneh dan tidak enak dipandang ketika ia mengejar-ngejar pria.

Namun, satu hal.
Ketika memang merasakan bahwa ini cintamu/cintaku/cinta kita, maka kejarlah. Dengan cara kita sendiri tentunya.
Setiap orang punya cara berbeda, ada yang blak blakan, malu-malu kucing, atau malu malu cap kuda *halah, opo iki*

Buat apa sih mengejar cinta?
Bagiku, satu hal, agar tidak menyesal.
Seperti yang pernah saya dengar dari seseorang. Ia berkata “suatu hari seseorang akan lebih menyesali atas apa yang ia tidak lakukan ketimbang kesalahan yang pernah ia lakukan”
Karena itu, kejarlah, meski itu hanyaaaa untuk sebuah kelegaan hati..

Mencoba untuk mendekati seseorang ternyata gak selamanya negatif. Banyak yang bisa kita dapat.

Ketika kita memang akhirnya ditakdirkan oleh-Nya, kita mendapat cinta.

Jika tidak?
Sebenarnya kita telah belajar memahami orang lain. Karena selama mencoba dekat dengan seseorang, otomatis kita berusaha mengetahui segalanya.. Dari apa kelebihan hingga kekurangannya. Bahkan terkadang kita bisa melihat kekurangannya sebagai kelebihan yang ‘aneh’.

Selain itu, selama kita mengarahkan PDKT ke arah benar, kita akan berubah menjadi lebih baik.
BERUBAH? Ya berubah.

Ketika itu, saya suka dengan seseorang. Seseorang yang saya anggap memang hebat, banyak hal positif dari dirinya yang saya suka. Nah dari situ ada keinginan untuk mengimbangi. Datanglah saya pada seorang teman.
Teman saya berkata :
“Never try to change yourself to make someone fall in love with you..”

Saya berpikir..
Just be yourself ya.. Jangan berubah demi orang lain.. Ups..
Entah kenapa saya agak ngerasa tidak setuju dengan ucapan ‘just be yourself’ dalam masalah mendekati lawan jenis.
Kalau memang perubahan itu mengajarkan kebaikan? Apa perlu saya menolaknya?
Jika kita awalnya adalah orang penuh kebencian, ketika suka sama seseorang, apa kita harus tetap keukeuh mempertahakan jiwa benci?

Ah, tidak.

Akhirnya saya mencoba perlahan untuk berubah.

Akhirnya?
Ketika memang cinta itu bukan milik saya, saya bisa bersyukur, ada kebaikan yang saya dapat ketika menyukainya.
Meski di tengah perubahan diri, ada niat yang harus diluruskan.

Bagaimanaaa kalau ngejar tapi teteepppppp gak entuk?
Ya luapkan itu.
Jangan simpan sendirian. Kamu boleh menangis. Kalau menangis memang melegakan, kenapa tidak? Toh air mata diciptakan bukan sebagai cadangan minuman, *koyok unta aja nyimpen punuk buat minum*
Menangislah, jangan menahannya. Karena air mata yang keluar bisa dihapuskan, namun air mata hati? Ini bisa membekas dalam.

Memang kadang-kadang yaa dalam urusan cinta, kita jarang menang..
Tapi ketika cinta itu tulus,
Meski kita terlihat kalah, sejatinya tetap menang karena kita patutnya bisa bahagia..
Bisa mencintai seseorang lebih banyak, kita memberi lebih.. Dan mencoba untuk percaya :

“Dan suatu saat, akan ada waktu buat kita untuk berhenti mencintai seseorang bukan karena dia berhenti mencintai kita tetapi karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya..”

*Nah ini, agak munak, tapi saya mempercayainya :p *

Jika tetap tidak berhasil setelah meluapkan?
Maka maafkan dia.
Lepaskan diri, dan biarkan diri ini masuk ke dunia nyata lagi dan….
Mencari cinta!!
Obat orang patah hati yang mujarab adalah jatuh cinta LAAGIIII :p
Mungkin ajaaa kita menemukan cinta dan kehilangannya… tapi ketika cinta itu mati… Apa perlu kita mati bersama tuh cinta?

G A K !

Kata orang bijak “orang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang bisa bangkit setelah terjatuh”

Entah mbuh yak opo carane, kita harus belajar tentang diri kita sendiri dan selalu memperbaikinya. Berusaha menyadari bahwa penyesalan itu tidak seharusnya terjadi. Yang harusnya ada adalah penghargaan kita terhadap pilihan yang pernah kita pilih dulu.

Belum punya pacar?
Bukan berarti belum menemukan cinta
Kata mama saya “kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan suering bikin kamu menangis..”
Itu dia kenapa ada banyak sinetron atau cerita-cerita yang bertemakan ‘benci jadi cinta”
Karena memang itu adanya.
Jangan buenci setengah matiii,, ntar jadi cintaaa yang gak bisa kamu tinggali :p

Dan kata mama saya lagi “terkadang teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari”
Ups, ini yang sering tertinggal.

Apa pernah merasa :
Ada teman yang selalu mengingatkan dan mengerti ketika kita sering lupa.
Ia selalu mau menunggu lama ketika kita bilang “tunggu bentar ya”
Ia tetap di depan pintu kamar ketika kita mengusirnya
Ia membawakan banyak makanan untuk menghibur kita ketika kita mogok makan, meski ia tahu kita akan membuang makanan itu
Ia mencoba menjadi seperti badut ancol dan bertingkah sok lucu ketika kita menangis kencang
Ia menanti kita tersenyum
Ia siap memberikan lap kering jika kita menangis lagi
(?)

Nah itu mungkin cinta kita.

Terkadang memang banyak yang tidak tampak dengan kasat mata..
Mencoba memahami dengan hati itu lebih penting timbang sekedar menangkap dari kemampuan panca indra..
Kenangan yang terbentuk memang tak bisa dihapuskan, namun kita harus bisa memakluminya ketika memori itu tak bisa kembali..

JADIIIII.. Cintaa itu (menurut saya)..
Bukan masalah melupakan, namun memaafkan..
Bukan sekadaaarrrr mendengarkan, namun mengerti.
Bukan hanya melihat, namun juga merasakan..
Dan..
Cinta HARUS mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik🙂