Aftershock : Cuplikan Film – Tentang Ibu –

“Saya benar2 membenci ibu. Beliau lebih memilih saudara saya ketimbang saya untuk hidup..”

 

****

Aku adalah anak kembar, aku perempuan dan saudaraku laki-laki. Meski beda gender, kami tetap kembar, kembar tak identik. Ayah dan ibuku hanya orang biasa, bekerja sebagai buruh pabrik,

kami hidup sederhana di Tangshan, Cina .

Keluarga kami benar-benar hancur setelah kejadian malam itu, ya, Gempa Tangshan tahun 1976.
Continue reading

Niat itu Penting :)

Setelah hari ini muter2 kayak gangsing, akhirnya mulai 19.00 saya stay di Entrepreneur Weekend. Nangkring bin nongkrong melihat ini itu di sana.

Menginjak 21.32, saya mulai gelisah. Pingin segera pulang. Tapi bukan pulang ke kos, melainkan ke rumah. Gelisah soalnya hari sudah malam *halah, koyok gaktau mulih mbengi wae*
Sudah lama gak kampus-rumah malam2 sendirian sejak bulan maret lalu.
Tapi pingin mulih.
Continue reading

Semua masih sama seperti kemarin.

Pagi masih sama, redup cahya biru.
Siang pun masih sama, terang menyilaukan kalbu.
Jingga terbenam matahari masih kulihat berbalut ungu.
Semua masih sama seperti kemarin.

Kamarku masih berantakan.
Penuh tugas gambar yang tidak segera kuselesaikan.
Posisi lemari, meja, kursi, kasur pun tanpa perubahan.
Masih ada satu boneka teddy bear super besar di pojokan.
Semua masih sama seperti kemarin.
Continue reading