Tags

, , , , , , ,

Yuhuuuu.. Copet copet copet, copet, jambret, rampok, semua ada di sekeliling kita. Pernah merasa? Atau jadi korban? Huhuhu, memang sekarang jaman edan, banyak orang melakukan jalan apa saja yang penting dapet uang.

Oke, sedikit cerita mengapa saya menulis ini. Hohoho, yang pasti bukan karena saya adalah salah satu di antaranya. Tetapi setidaknya saya dulu “sering” bersama mereka. BERSAMAA? Yaaa, bersama di sebuah kendaraan umum, alias BEMO (lyn)

Profesi saya sebagai seorang pelajar (saat itu masih SMP) yang hobi naik angkutan umum membuat saya dipertemukan oleh orang-orang yang dibilang “copet”. Ternyata ada beberapa tipe copet dan banyak trik mereka untuk mengerjai kita. Berikut adalah copet yang pernah saya temui dengan berbagai karakter dan ciri :

COPET : BUANYAAKKKKK MACEMNYA

a) Kelompok Pencopet : ada single, ada partner

Pencopet ternyata juga mengenal istilah kerja sama loh. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja bersama, berkoordinasi untuk menjambret satu orang. Kelompok pencopet yang saya temui ada yang berjumlah 3, 5 hingga 7 orang, hih serem! Mereka pun belum tentu naiknya bareng grudukkan gitu, ada yang naik dari tempat A, beberapa meter lagi ada yang naik, sampai kelompok mereka semua naik,. Begitu juga dengan turun dari angkutan, mereka banyak memilih untuk turun teratur.

b) Trik Mencopet : BANYAK!!!

*) Pencopet dengan jaket dan menawarkan tempat duduk

Nah tipe pencopet seperti ini patut dicurigai. Incarannya biasanya adalah orang-orang yang membawa tas di samping. Kenapa seperti itu? Setelah menemui kasus seperti ini, saya memperhatikan bahwa pencopet tersebut menawarkan calon penumpang (pakai tas di samping) untuk duduk di sebelahnya. Jaket yang ia gunakan hanya dibawa, tidak dipakai. Oh ternyata, orang itu menggunakan jaket untuk menutupi tangan yang sedang masuk ke tas orang disebelahnya !!!

*) Pencopet pura-pura muntah

Nah ini dia yang agak menjijikkan. Hwek. Seperti biasa, banyak orang yang suka duduk di deket jendela. Biar seger, katanya sih gitu. Usut punya usut ternyata hal seperti ini juga dimanfaatkan oleh orang-orang “cerdik (cerdas licik, hha)”. Mereka akan permisi minta dibukain jendela lebar, dan pura-pura mau muntah, sehingga agak mendesak orang yang deket jendela itu. Nah itu dia mereka mulai mencari kesempatan mengambil barang berharga

*) Pencopet jatuhin uang koin

Yang ini biasanya dialami oleh bemo yang penumpangnya hanya sedikit. Cocok sekali dengan ceritaku, yang waktu itu kami hanya berdua (bertiga ma paksopir). Jalan yang akmi lalui memang sepi. Dan tiba tiba segerombolan orang (7 orang) masuk bersama. SEREM? Jelas. Mereka mulai sok-sok an jatuhin koin dan minta tolong kita untuk membungkuk mengambilkan koin tersebut. Dan saat kita membungkuk serta tidak waspada, mereka akan mengambil handphone (biasanya di saku) atau laiinya.

c) Wajah pencopet : ada sereemmmm,, ala pelamar kerja, bahkan eksekutif muda!

*) Serem

Hehe, memang kadang-kadang wajah pencopet yaaa gitu itu, nakutin nyeremin. Jadi kalau ada yang sekiranya seperti itu (bukan suudzon lho ya), waspada deh. Jangan sampai ngelamun atau tertidur, takutnya mereka ntar beraksi.

*) Ala pelamar kerja

Nah yang seperti ini ternyata juga banyak. Mereka berdandan necis, memakai kemeja dan biasanya membawa amplop coklat, yaaa kayak orang mau ngelamar kerja gitu. Jangan terbawa penampilan deh pokoknya!

*) Eksekutif muda!

Woyoowww, ternyata orang cakep juga ada yang berhati copet. Ingat sekali saat itu, saya sedang naik kereta ekonomi Jogja-Surabaya. Di saat kereta ramai sekaliii dengan pedagang, eh ternyata di antara orang-orang tersebut masih ada orang yang terlihat muda, rapi, necis, ngganteng lah pokoknya. Saya dan teman saya sempat blinkblinkclink ngeliatnya. Saat itu, cowok cakep itu memberitahu ibu-ibu muda yang kebingungan mencari tempat. Ia bilang :ibu, disana ada yang kosong”. Dijawab “gak mas, mereka bilang penuh.”. dijawab lagi “ibu cek lagi deh”. Karena mungkin terpesona juga dengan cowok itu, ibu muda nurut, ehhh ternyata memang gak ada tempat kosong alias dikibulin.

Cowok itu langsung hilang!!!! Aku melihat dengan jelas lewat jendela, ternya dia turun dari kereta. Beberapa menit kemudian ketika kereta kembali jalan, seorang bapak berkata “bu, hati-hai, tadi itu copet. Coba liat tas ibu, resletingnya kebuka! Cek dulu ada yang hilang apa tidak. Tadi copetnya orang ganteng yang nipu ibu tadi. Sekarang bayak orang dandan klimis eh ternyata iblis.” Dan terbukti, tas ibu muda tersebut memang terbuka, dan dompet pun raib!

Kalau udah tau seperti ini gimanaa dongg??

Kadang-kadang ada orang yang tahu ketika copet beraksi. Bukan memilih untuk egois , tapi demi keamanan bersama, jika tahu ada copet. Tetaplah diam, tenang. Takutnya seumpama kita teriakkk ”copetttt”, eeeeh si copet bawa senjata tajam. Bahaya dunk ^^. Kalau suasana sudah kondusif, baru memperingatkan orang-orang (kayak cerita eksekutif muda di kereta)

Sudah banyak orang yang menjadi korban, jadi jangan smapai hal buruk ini juga terjadi pada kita. Tingkatkan kewaspadaan, jangan lengah, hindari bawa harta benda berlebihan, usahakan tidak tidur di angkutan umum (selain takut copet, takut kebablasan, hhe). OKEEE!!😉