Tags

, , , ,

Mungkin beberapa teman (khususnya teman jurusanku) sudah pernah mendengar kisahku (yang memang sebagian besar adalah cerita konyol) tentang salah satu pengisi akhir cerita yang kudapat setelah empat hari melewati Orientasi Mahasiswa Baru, atau Bina Cinta Statistika 2008. bukan tentang angkatan, senior, pressing atau apalah namanya. Dan (sepertinya sii) hanya aku di antara 160-lebih maba statistika08 yang merasakan hikmah yang seperti ini di balik sepenggal pengalaman yang diputar 10menit.

* Hari keempat masa OMB Bina Cinta Statistika 08 *

Setelah mengalami empat hari yang jujur saja sangat melelahkan bagiku (gimana yang lain? Capek juga kayaknya…), aku memutuskan untuk pulang karena terhitung tiga malam sudah aku tidak merasakan kasurku yang sebenarnya.. Tiga malam kulewati dengan menetap di rumah daerah wisma permai bersama masku tercinta dan tersayang (halah2) yang memang ditugaskan oleh papa dan mama untuk menjagaku.

Rumahku tidak jauh , masih Surabaya-sekitarnya (rewwin, waru, red), dan 45 menit sangat cukup untuk mencapainya. Setelah berkemas dengan barang bawaan bejibun, aku dan maz ido akhirnya pulang..

Tibalah aku di toko IDOLA (hahha, promosi pisan ah), jam masih menunjukkan pukul 20.00, terlalu malamkah seorang cewek bersama cowok yang notabene adalah kakak pulang jam segitu? Menurutku nggak, lagipula memang bisanya pulang sak cepet2e jam segitu kok.. tapi ternyata tidak semua orang berpikir seperti itu..

Aku + maz ido : “assalamualaykuuuummmm, aku pulaaang”,

Mama (sembari menghitung belanjaan seorang bapak2) : “waalaykumsalamm,, ugh, anak mama pulang juga akhirnya…”

Peluk cium pipi kanan kiri mama …

Sedikit malu sih, cium mama di toko karena ada seorang bapak yang sudah selesai belanja tapi gakpulang2.. Mama melihatku, dan memberitahu tentang bapak itu..

Mama : ”dek, ini pak bambang, sastrawan Indonesia lho, bapaknya terkenal, rumahnya di jalan garuda..”

[Eah.. ternyata ada sastrawan terkenal to di daerah rumahku,,, baru tahu,, sambil ngelihat ke arah bapaknya  – -’]

Bapak2   : ”Bu Budi, ini anaknya? Kok pulang malem sekali? Dari mana”

Aku        : ”dari ITS pak, hhe”

Mama     : ”iyaa pak, ini anak saya.. wah,, masih mending Pak sekarang dia pulang, lha wong sudah tiga hari gakpulang..”

[Aku sedikit mesem2 denger kata2 mama..]

Bapak2   : ”Hah? Apa2an itu.. Cewek kok gak pulang tiga hari to … oooo, berarti mbak itu tidak sayang MAMA .. ”

Whats?
Heh?
Ngomong apa Anda, bapakkkk ?

*kaget nyaris keselek denger kata2 bapak itu..

Dan kayanknya mama juga ikut kaget deh..

Aku        : ”lhoh ? lhoh kok bilang gitu ?”

Bapak     : ”wes wes gini aja mbak, besok saya kasih kaos dan buku tentang ibu. Jangan lupa dibaca ya mbak, biar jadi sayang mamanya dan gakpulang malem, apalagi sampai gakpulang.. ”

Hah ?

*benernya masi kaget, sekarang jd tambah kaget..

Bapak     : ”yasudah, saya pulang dulu, besok saya kesini lagi buat kasih buku dan kaos.. wassalamualaykum…”

Aku + mama : ”Wa ..waalaykumsalam”

Aku dan mama hanya bisa melihat punggung bapak sastrawan itu yang semakin menjauh dari kami..

Besoknya, kudapati buku kumpulan puisi dan kisah tentang sosok ibu, tak lupa dengan kaos bertuliskan puisi, tetap tentang ibu (puisi klik disini)

* * *

Memang hanya sepenggal cerita berisi sindiran halus yang sepertinya tak bermakna. Tapi di balik itu, ada sebuah sakit hati yang dalam ketika seorang anak dibilang tidak sayang ibunya. Itu pun kurasakan sesaat setelah bapak mengatakan ’.. mbak gaksayang mama..’ .. padahal mamaku pun tahu benar aku tidak pulang bukan karena taksayang, tapi memang saat ada pengkaderan

Mungkin kalau teman2 membaca, rasanya ingin tertawa.. tapi cobalah sedikit ikut merasakan apabila dirimu di posisiku saat itu.. tidak perlu aku banyak menulis mengapa kita harus merasa miris.. tidak cukup lembar ini untuk mengisikan apa saja yang telah ibu kita pertaruhkan (demi kita).. tidak ada satu bahkan ratusan ribu alasan  untuk membuat kita tidak menyayangi beliau…

Ini bukan hari Ibu, bukan pula hari Kartini.. tapi aku hanya ingin menulis ini untuk megingatkan kawan2ku (dan aku sendiri) untuk selalu menghormati, menyayangi, mendoakan, …. beliau (banyaklah, tidak bisa disebutkan).. Meski sekarang tidak semua orang masih memiliki beliau di dunia, percayalah bahwa sosoknya tidak akan pernah hilang.. ^^

*Jujur, sebenarnya besok hari minggu ini aku tidak ingin pulang karena banyak tugas, quis, dkk, tapi mengingat hal yang pernah membuatku terpatung dengan sedikit pilu di atas, aku jadi ingin pulang.. dan besok, insyaAllah aku pulang..