Tags

, , , , , , ,

Dewasa ini menulis bukan hal yang tabu lagi. Semua berlomba-lomba menulis agar tulisannya dikenal masyarakat. Salah satu caranya adalah menulis di media massa. Sekarang banyak media massa yang memberikan peluang bagi pembacanya untuk menulis di kolom mereka. Contohnya rubric-rubrik opini, gagasan, puisi, cerita pendek, dan lain-lain. Penulis dalam kolom tersebut pun berasal dari kalangan yang berbeda-beda, ada yang dosen, pengamat politik, pemerhati ekonomi, bahkan mahasiswa.

Mahasiswa??? Ya, mahasiswa. Tidak jarang tulisan mahasiswa bisa masuk ke media massa (dalam hal ini adalah koran, majalah, dll). Lalu, apa untungnya jika tulisan kita dimuat di media massa? Yang pertama, media massa akan memberikan gift berupa uang (untuk nominalnya bergantung pada media itu sendiri). Kedua, nama kita akan dibaca, dikenal masyarakat. Jika media terit se-Nusantara, bukan hal mustahil jika nama kita ikut tenar. WAW! Siapa yang belum tertarik?

Tentunya selain kesenangan materi dan pamor, tak pelak kita juga mendapatkan kepuasan batin. Sesungguhnya bukan materi dan ketenaran yang menjadi prospek utama dalam menulis, melainkan bagaimana kita menyalurkan pemikiran, hobi ke arah yang positif.

Bagaimana sih Cara Menulis di Media Massa?

Masing-masing media massa memiliki rubrik alias bagian tersendiri untuk diisi oleh pembaca. Biasanya berupa tempat opini, suara masyarakat, gagasan, artikel , puisi, dll. Beda bagian, beda pula cara pengungkapannya. Dalam pembahasan ini, saya akan mencoba menjelaskan kembali cara menulis opini berupa artikel yang dimuat di kolom media massa.

Artikel, Kolom pada Media Massa, Apakah itu ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artikel adalah karya tulis lengkap di majalah, surat kabar, dsb atau karya tulis yang bersifat umum dan luas, bisa berupa opini atau berita. Artikel adalah suatu bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam/sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa fenomena itu terjadi (Sharon Scull). Artikel tidak hanya menggambarkan suatu fenomena melainkan sekaligus suatu alternatif bagi pemecahan masalah. Dapat disimpulkan, artikel adalah karangan berisi suatu analisis terhadap suatu kejadian (fenomena) yang disertai alternatif pemecahannya.

Kolom adalah salah satu bentuk tulisan di media massa yang umumnya dari orang luar redaksi (freelancer). Kolom juga merupakan bagian khusus utama dalam surat kabar atau majalah, misalnya kolom pendidikan. Sifat-sifat kolom : 1) bukan karya fiksi dan juga bukan karya ilmiah, dalam pengertian murni, 2) reflektif, pemikiran-pemikiran mendalam, penalaran tinggi, analisis tajam dan akurat, sikap kritis, dan cakrawala pandang yang luas. Jenis tulisan Kolom tergantung dari jenis kolom yang menjadi kebijakan redaktur media massa, harus memperhatikan; 1) aktualitas, 2) publisitas, dan 3) human interest

Susah Mendapat Ide? : Terobosan Pemilihan Ide Artikel Kolom pada Media Massa

Ide terkadang susah didapatkan, hanya lewat-lewat di otak tanpa dituangkan. So? Bagaimana mendapatkan Ide? Ide artikel bisa berasal dari berbagai hal. Yang paling sering menjadi sumber adalah : Bacaan, wawancara, liputan (meliputi seminar, pidato, peristiwa, dll), penelitian dan pengamatan.

Dari sekian banyak topik yang ditemukan dari cara di atas, cari yang paling fresh from the oven” alias baru dan sedang menjadi buah bibir banyak orang. Tuliskan ide fresh tersebut, cari faktanya, dan berikan solusi menurut pandangan anda.

Selain berita fresh from the oven, ide juga bisa didapatkan dari hari perayaan maupun hari peringatan. Contohnya : Hari Pers Nasional, Hari Pendidikan Nasional. Pada hari-hari biasa, pers tidak terlalu disoroti, tetapi saat peringatan Pers Nasional, orang-orang akan ‘lebih melihat’ ke dalam pers itu sendiri. Begitu juga dengan peringatan ke-sekian tahun semburan lumpur Lapindo. Pada awal terbentuknya Lumpur Lapindo, semua media menyoroti dengan intens. Tetapi setelah sekian lama, kabar lumpur Lapindo semakin jarang ditemukan sebagai topik utama. Beda lagi, jika pada tanggal ddd bulan mmm tahun yyy merupakan peringatan lahirnya semburan lumpur lapindo, maka banyak media yang kembali meliputnya. Disitulah pembaca dapat menuarakan opininya melalui kolom media.

Langkah Menuliskan Ide

Langkah menuliskan ide adaah sebagai berikut :

a)      Tentukan topik dengan cara membaca, melihat, mengalami, berdialog, dsb

b)      Perluas dan perdalamlah perspektif anda dengan topik yang akan ditulis dengan cara membaca, refleksi, bertanya.

c)      Buatlah semacam sktesa dan poin-poin bahasan apa yang akan diuraikan, tentukan rumusan masalah, saran (alternatif)

d)     Mulailah menulis dengan melihat sketsa dan poin-poin bahasan

(biasanya diawali dengan fakta sekitar [dua sampai tiga kalimat], contoh-contoh fenomena yang berkaitan dengan topik, solusi [pandangan anda adalah yang paling diutamakan])

e)      Bikinlah judul tulisan, singkat, padat, menarik dan memikat (terkadang ada media massa yang mengedit kembali judulnya)

 

Hal yang harus Diperhatikan Saat Menulis Di Media Massa

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis di media massa antara lain :

a)      Tidak mengandung SARA

b)      Perhatikan nama (brand) media massa yang menjadi target anda

c)      Perhatikan aturan yang berlaku (tiap brand punya rules menulis masing-masing)

d)     Perhatikan jam pengiriman, usahakan sebelum 18.00 (biasanya pada pukul 19.00 media massa telah mulai memilih tulisan yang akan dimuat kecuali ada berita/fenomena menarik dadakan pada malam hari. Maksimal pukul 21.00 sudah terpilih tulisan yang akan dimuat esok pagi)

e)      Jangan mengirimkan tulisan yang sama kepada dua (atau lebih) media yang berlainan

f)       Perhatikan : Apabila 2-3 hari tidak dimuat, tinggalkan saja, buat lagi yang lain

(Rata-rata 50-60 artikel datang tiap hari, dan hanya 1 yang dimuat)

g)      Jangan lupa menulis identitas anda

h)      BUKAN HASIL COPY PASTE (dalam hal ini Copy Paste sangat DIHARAMKAN!) :@

i)        Dll

Tips and Tricks lain dalam Menulis :

Ada beberapa kebiasaan yang menjadi awal bagi kita agar tidak lupa tentang bacaan maupun ide yang muncul dalam pikiran kita, diantaranya :

a)      Bawalah buku catatan/buku bacaan kemana aja kemudian catat setiap ilhan atau gagasan yang muncul

b)      Bila melihat peristiwa catatlah hal-hal yang menarik dari kejadian itu,termasuk menemukan kata-kata aneh dan baru

c)      Terkadang perlu dilakukan riset dan wawancara,

d)     Terus menulislah secara teratur, jangan patah semangat jika belum dimuat. Tiap hari beragam media massa akan terbit, berarti kesempatan juga tidak sedikit dongg ^^

e)      Tangkaplah ide yang muncul dalam benak anda, dan catatlah.

Sudah cukup banyak yang saya paparkan, sekarang giliran anda (dan saya juga^^) yang menulis! Selamat Menulis, Sampai ketemu saat membaca nama anda di Media Massa ! 😀

*) Sumber : Pelatihan Menulis Di Media Massa – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga 12 Januari 2010